Apakah bangsa ini mengalami krisis kepribadian?

Saat saat ini, saya sedang merindukan masa kecil saya, dimana kata – kata  “Bhineka Tunggal Ika”,  berbeda beda (suku, agama, ras), tapi tetap satu benar – benar dapat saya rasakan dimanapun saya berada. Mungkin ada krisis krisis kecil antar tetangga karena perbedaan, tapi biasanya juga akan ada banyak orang yang mendamaikan. Kalimat “tepo seliro” – bertenggang rasa itu tidak jarang diucapkan.

Saya juga merindukan dimana media massa (yang waktu itu hanya ada tv, radio dan koran), tidak akan menuliskan atau memberitakan berita berita yang tidak jelas asal muasalnya, atau berita berita yang bersifat mengungkap aib orang lain yang tidak sepantasnya diumbar, atau berita berita yang berisi kalimat makian atau hinaan yang tidak sepantasnya diucapkan dimuka umum terhadap orang lain oleh pejabat.

Mungkin karena pemerintah saat itu otoriter, jadi hal hal ini seperti ini tidak mungkin bisa lolos diberitakan (kalau menurut pikiran sederhana saya, kalau begitu – tidak mengapalah pemerintah otoriter dalam hal ini), atau mungkin karena globalisasi belum begitu terasa, sehingga kita belum terpengaruh (kalau menurut pikiran sederhana saya, mustinya Indonesia yang jumlah penduduknya termasuk yang paling besar di dunia – justru seharusnya bisa membawa kepribadian bangsa utk ditularkan kepada negara negara yang lain didunia). Atau karena kemajuan teknologi, yang menyebabkan kita mudah banget mengakses apapun. Ah entahlah.

Hari hari ini, setiap membaca berita, membaca medsos yang penuh dengan persoalan saling tuduh atas nama penistaan agama, saya kemudian memikirkan kembali apa yang pernah diajarkan guru ngaji saya tentang surat Al – Kafirun ….. “agamamu agamamu, agamaku agamaku, jangan ganggu agamaku dan aku tidak mengganggu agamamu.”

Pesan yang menurut saya sangat mudah banget utk dimengerti apabila kita tidak memikirkan hal hal yang rumit dan membesar besarkan segala hal. Atau saya ingat banget, diajarkan untuk tidak membuka aib orang di muka umum, karena bisa menimbulkan pertengkaran (saya tidak diajarkan untuk tidak membuka aib kecuali orang tersebut beragama lain). Biarkanlah pengadilan yang memutuskan apakah beliau bersalah atau tidak. Toh sudah ada pengadilan.

Kalau lah pengadilan sudah bekerja, mengapa kemudian harus lagi mengajak orang orang untuk melakukan kegiatan kegiatan  menghujat tersangka? Apalagi yang diinginkan? Bahkan Tuhan saja memaafkan umatnya, kemudian siapa kamu yang tidak mau memaafkan orang lain ?  Padahal kamu tidak lebih hebat dari Tuhan mu.

Dan anehnya, orang -orang yang mengajak untuk tidak membesarkan hal – hal seperti ini, malah dianggap sebagai “Pendosa Besar”. Kenapa berani sekali kemudian menjadi Tuhan yang menentukan siapa yang pendosa dan siapa yang tidak? Dan kemudian melebih lebihkan dengan mengajak semua orang utk ikut memusuhi orang orang yang berpikiran seperti saya. Kenapa menjadi arogan dengan membawa bawa nama agama?

Saya ingat juga sewaktu saya sekolah di sekolah Katholik, dan dipelajaran agamanya, ada cerita dimana banyak orang orang yang akan melemparkan batu kepada perempuan yang bekerja sebagai PSK .. kemudian sang nabi berkata, orang orang yang tidak pernah berdosa boleh melemparkan batu ketubuh perempuan ini. Dan semua orang disana berhenti karena malu, karena pada dasarnya siapa yang tidak pernah melakukan dosa? Begitu juga kita …… mengapa kita bangga sekali membuka segala aib orang lain, membesar besarkan nya, kemudian mencemooh nya seolah kita adalah mahluk yang putih bersih bebas dari dosa?

Saya ingat juga, sewaktu saya kecil, saya diajarkan untuk bertutur kata sopan kepada orang lain terutama kepada orang yang lebih dewasa. Sopan santun menjadi salah satu yang selalu ditekankan kepada saya baik di rumah maupun di sekolah. Dan saya selalu berpikir, itu juga salah satu ciri kepribadian bangsa ini  ramah tamah dan sopan santun.

Tapi apa kemudian yang saya lihat belakangan ini, orang dewasa bahkan anak – anak kecil yang dengan bangganya menulis kalimat caci maki terhadap selebritis bahkan pejabat yang tidak mereka sukai, yang bahkan mereka tidak kenal dekat 😦

Saya miris sekali membacanya, sampai ada masa saya males membuka medsos kecuali email & WA. Dimana mereka belajar ini? Apakah orang tua, sekolah dan lingkungan nya tidak mengajarkan sopan santun? Dan apa hak mereka untuk mencaci maki orang lain yang bahkan tidak pernah mereka temui di dunia nyata. Ah entahlah.

Bahkan ada beberapa stasiun tv yang mempunyai acara yang berisikan tentang orang orang yang saling caci maki dimuka publik, seakan akan bahwa tayangan yang sperti itu memang selayaknya ditonton oleh anak anak kecil di negara ini.

Dan saya kemudian berpikir – dimana hilangnya kepribadian bangsa saya, bangsa Indonesia ini? Dimana kebhineka Tunggal Ikaan itu hilang? Dimana kepribadian ramah tamah dan sopan santun itu pergi? Atau memang bangsa ini sedang sakit? Sedang mengalami krisis kepribadian? Sehingga segala yang baik baik baik — mulai hilang satu per satu.

Sekali lagi entahlah. Saya tidak tau harus menjawab apa. Yang saya tau hanya lah mengajak lingkungan saya untuk mengembalikan kepribadian bangsa ini, tidak ikut ikut an dalam menyebarkan kebencian dan menghargai orang lain yang berbeda dengan saya. Mungkin anda juga bisa melakukan hal yang sama.

Salam

 

 

 

Posted in adil, agama, Indonesia, Indonesia ku, kepribadian bangsa, masyarakat, media massa, menghargai, pancasila, suku, Tuhan, Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Be careful with your wish

Tadi pagi, dalam perjalanan ke kantor, saya mendengarkan lagu lama. Lagu tersebut dinyanyikan oleh salah satu group di Indonesia. Namanya Trio Libels ….. yup group yang udah jadul buanget.  Mendengarkan lagu tersebut membuat saya kembali teringat sewaktu saya masih sekolah smp.

Karena saya lumayan dekat dengan guru – guru saya, sering banget saya ditanya mau jadi apa saya nantinya. Dan jawaban saya selalu sama terperinci seperti ini…. saya pingin banget jadi dokter tapi saya pingin sekolah nya itu dapat bea siswa – gratis seperti Edwin Libels itu.

Dan saya …. tidak menjadi dokter memang ….. tapi saya diterima di sekolah yang sama dengan Edwin Libels. Beliau menjadi senior saya. Kalau dipikir pikir ya .. mungkin waktu itu harusnya harapan saya kalau ingin menjadi dokter, contohnya jangan bang Edwin ini yaaaaaaa hahahhhahhahhaaaa.

Cerita lain yang masih berhubungan dengan sekolah ini …. ada salah satu universitas, setiap kali saya transit di Jkarta (sewaktu saya masih tinggal di luar pulau Jawa), selalu saya lewatin dan setiap kali itu saya selalu bilang, kudu kuliah lagi nih. Dan memang …. saya kuliah lagi ….. dan ……. di universitas tersebut. Semustinya ya … saya melengkapi “wish” saya menjadi … saya kudu kuliah lagi di Harvard misalnya ya hahhahahhahhaa. Jadi Tuhan enggak menyangka saya minta nya kuliah lagi disana hahahahhahaha. Tapi anyway, saya senang loh kuliah disana 😀

Kemudian sewaktu sma dan kuliah, saya punya ketakutan menjadi seorang ibu. Iya ….. saya takut banget jadi seorang ibu. Takut enggak bisa jadi ibu yang baik. Kenapa berpikir begitu? Karena saya selalu berpikir, saya tidak cukup baik untuk jabatan semulia menjadi ibu. Dan ketakutan saya itu sering kali saya ucapkan dalam hati ketika saya sedang merenung. Saya waktu itu selalu memikirkan kalau menjadi tante pasti lebih mengasikkan buat saya. Karena saya selalu cinta dengan anak – anak kecil.

Dan …. itu ternyata dianggap Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi “wish” saya, harapan saya. Karena Beliau Yang Serba Maha itu sayang banget sama saya, tidak mau saya takut, jadilah saya ya …. sampai sekarang belum menjadi ibu.  (PS : sekarang saya mulai merubah ucapan dalam hati saya …. bahwa saya seperti yang lain akan menjadi ibu yang perfect buat anak anak saya). And yup ….. saya mempunyai keponakan – keponakan yang selalu bisa “bright” my day, dengan apapun yang mereka lakukan. Dan saya cukup dekat dengan keponakan saya yang pertama, sebegitu dekatnya, sampai saya bisa berliburan hanya berdua dengan dia —- buat dia, saya itu tante nya yang paling “cool” hahaahhahahhaha.

Atau saya pernah berpikir tentang tinggal di Jerman (karena waktu itu saya pingin jadi dokter yang lulusan Jerman), tapi setiap kali saya memikirkan tentang Jerman – hampir tidak pernah bersama dengan pikiran tentang sekolah kedokteran hahahahahhahahhhaa. Ya …. jadilah saya memang tinggal di sana, tapi tidak untuk sekolah dokter.

Dan banyak hal – hal lain, yang terjadi di perjalanan hidup saya ….. yang setelah saya pikir pikir niiiiihhh…. itu karena pikiran, ucapan saya baik yang saya ucapkan kepada orang lain atau pun dalam hati, secara berulang ulang – menjadi “wish” —- dan yang kemudian oleh Tuhan Yang luar biasa sayang sama saya kemudian diwujudkan.

Jadi ….. kesimpulannya …. mulai sekarang setiap kali saya menginginkan sesuatu, saya terperinci merunut apa yang mau, misalnya mau kuliah — iya … mau kuliah di mana?  Mau beasiswa …. beasiswa seperti apa? Dan terlebih saya akan berhati hati dengan pikiran saya dan ucapan saya … karena bisa bisa benar benar terwujud, disangka itu menjadi wish saya.  Dan kemudian ketika “wish” itu benar – benar diwujudkan …. saya nya marah marah dan kecewa hahahhaahhahhahhahaha. Padahal yang minta itu saya (walaupun secara tidak sadar yaaaaa).

Trus parahnya ya  …. saya kemudian ngambek sama Tuhan …. bilang kenapa saya diberikan masalah seperti ini haahhaahahhhaaha. Padahal ya ….. bukannya bersyukur, segalanya di dengar Tuhan ya 😀

So …. yuk ikut latihan bersama saya untuk menjaga pikiran dan ucapan agar tidak menjadi “wish” dan kemudian sesuatu yang kita tidak harapkan terjadi karenanya (hahaahahhhahaaa).

Salam

Posted in 'wish', doa, harapan, harapan yang didengar, manusia, masyakat, rejeki, Tuhan, ucapan, ucapan yang tidak terucap | Leave a comment

Kejahatan Luar Biasa

Kasus Yuyun yang akhir akhir ini ramai dibicarakan, mengingatkan saya akan kasus serupa sebelum sebelumnya. Mulai dari yang terjadi di salah satu sekolah internasional, kemudian berita tentang ayah yang memperkosa, guru yang memperkosa dll.

Ini seperti pengulangan berita buat saya. Yang heboh, dua tiga minggu, kemudian hilang begitu saja, tanpa ada perubahan …… sampai kemudian terjadi lagi hal yang sama. Dan kembali …. ramai lagi …. pengutukan sana sini….. dua atau tiga atau sebulan kemudian berita ini hilang tanpa pesan. Tanpa ada yang berubah.

Pagi ini saya mendengar berita tentang keputusan pemerintah (thanks a lot … setelah berapa lama …. akhirnya pemerintah perduli juga)  bahwa kekerasan seksual pada anak adalah “kejahatan luar biasa”.

Saya kemudian mencoba berpikir panjang, haruskah kita menunggu adanya korban, baru kita akan perduli? Apakah kita harus menunggu sampai pemerintah mengatakan sesuatu baru kita akan perduli? Apakah kita memang harus selalu menunggu?

Atau akan kan kita akan selalu diam ketika ada orang yang mengeluarkan pernyataan yang menyalahkan si korban. Seperti siapa suruh pulang malam atau fotonya ajah begitu atau bajunya ajah begitu atau gayanya ajah begitu. Atau ….ya pelakunya juga masih anak – anak, mereka tidak tau apa yang mereka lakukan.

Uhm……  pertama ….. pulang malam, foto, baju atau gaya apapun  yang dilakukan oleh seseorang …… TIDAK berarti bahwa dia boleh untuk diperkosa. 

Kedua, anak – anak lahir seperti kertas putih, orang tua, saudara, lingkungan itu yang kemudian mewarnai nya. Menentukan tingkah lakunya, pikirannya terhadap sesuatu. Karena nya ketika ada anak – anak kita, anak- anak saudara, tetangga, teman kita terlihat mulai bertingkah aneh …… tidak ada salahnya untuk menasihati mereka. Karena apapun yang terjadi … saya/kita punya andil di dalamnya.

Mulailah untuk menjaga ucapan – ucapan yang tidak pantas ketika mendengar ada kasus perkosaan. Sehingga anak- anak yang mendengar, membaca, melihat …. tau bahwa kekerasan seksual itu adalah tindakan yang tidak benar, bukan sesuatu yang layak untuk dijadikan bahan ketawaan, bahan bercanda.

Selain itu ……. sekali lagi …. mulailah untuk membuat peraturan peraturan yang ketat tentang apa yang boleh dijual, dilihat untuk anak – anak.

Pemberian hukuman seberat beratnya atas penjualan miras kepada anak – anak misalnya, mulai disosialisasikan ke daerah – daerah. Sehingga  …. tidak ada lagi kejadian dengan alasan karena anak – anak tersebut dibawah pengaruh alkohol.

MELARANG pengusaha bioskop untuk menjual tiket untuk film film 18 tahun ke atas kepada anak anak dibawah umur 18 tahun.

MELARANG menjualbelikan/ menyewakan buku,film dewasa kepada anak – anak dibawah umur.

MELARANG, stasiun tv untuk menyiarkan film film dewasa pada jam – jam tertentu.

MELARANG  kafe, club malam dan segala tempat dugem untuk menerima anak anak dibawah umur. Minta mereka menunjukan ID,KTP apabila akan mereka akan masuk ke sana, termasuk bila mereka datang bersama orang yang lebih dewasa.

Dan memberikan hukuman apabila terjadi pelanggaran.

Kemudian selain peraturan – peraturan ini diberlakukan secara ketat, sebagai orang dewasa, juga sebaiknya kita aktif untuk melaporkan, menegur, apabila terjadi pelanggaran -pelanggaran atas peraturan peraturan tersebut.

Kasus kekerasan seksual pada anak ini bukan hanya urusan pemerintah atau pun polisi. Tapi diperlukan KEPERDULIAN kita sebagai manusia dewasa. Diperlukan CINTA kita agar mau mencegah  hal hal seperti ini  terulang kembali.

Salam

 

 

 

Posted in Anak, kekerasan seksual, orang tua, pelarangan, Uncategorized | Leave a comment

Apa kabar pengguna PSK (Online)

Belakangan ini yang marak terdengar adalah berita tentang artis/seleberitis yang terlibat PSK Online. Mereka – mereka yang dianggap kategori artis/selebritis ini, ternyata menjual dirinya dengan harga yang fantastis (menurut standard kantong saya ya 😀 ), kepada orang orang lewat perantara orang lain atau pun secara langsung.

Mereka mereka yang kemudian ketahuan atau masih diduga, kemudian dikejar kejar jurnalis, mendapat cemoohan sana sini, dihujat dan lain sebagainya

Apakah menurut saya menjadi PSK itu salah? Uhm … saya bukan lah ahli agama, bukan juga dalam kategori manusia adalah ahli surga, mungkin juga dalam kategori masyarakat umum …. saya termasuk salah satu orang yang dipertanyakan moralnya hahahahhahaa. Saya enggak akan membahas masalah apakah ini salah, dosa atau apalah. Itu bukan ranah saya.

Yang meresahkan saya sih ketika melihat kejadian tertangkapnya PSK ini kemudian,  saya menjadi merasa miris ya …. karena pihak pengguna nya – pemakai jasanya malah cenderung dilupakan.

Padahal sesuai dengan hukum dagang – ada pembeli maka ada penjual. Selama enggak ada yang mau membeli – mana ada juga yang akan menjual. Dan selama enggak ada yang jual maka juga tidak ada yang beli. Dua – duanya punya peran di sana. Jadi agak aneh banget buat saya kalau si pengguna PSK Online ini juga tidak di jerat dengan hujatan, cemoohan yang sama. Agak aneh ketika bicara soal moral PSK, kita enggak berbicara tentang moral pengguna PSK.

Kalau kejadian nya kita samakan dengan pengguna dan penjual narkoba misalnya (maaf saya enggak tau apakah persamaan ini apple to apple ya), maka pengguna narkoba akan dihukum – minimal di rehabilitasi. Maka saran saya …. pengguna PSK juga sama … ya direhabilitasi juga dong … terutama kalau pengguna nya mempunyai keluarga. Direhabilitasi agar tidak lagi menggunakan PSK untuk memuaskan nafsunya.  Ya mungkin perlu dibuatkan semacam panti pembinaan untuk pengguna PSK.

Terutama para pengguna PSK artis/selebritis, yang bisa membayar mahal mulai dari puluhan juta sampai ratusan. Kalau lah uangnya bisa dikumpulkan mungkin bisa sebagai modal mendirikan ukm bagi para PSK, sehingga mereka bisa bekerja yang lain tanpa harus menjual dirinya. Atau mungkin bisa digunakan untuk mendirikan tempat kursus keahlian yang guru gurunya bertaraf regional ASEAN (enggak perlulah internasional), sehingga mereka para PSK ini mempunyai keahlian lain yang bisa digunakan sebagai modak untuk bekerja.

Salam

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | 3 Comments

Medsos – eksistensi, image dan kenyataan

 

Saat ini sebagian dari kita pasti memiliki banyak akun medsos mulai dari fb, twitter, path, instagram, etc.  Walaupun ada yang bertujuan untuk promosi, jualan, edukasi – tapi umumnya – memiliki medsos ini adalah sebagai bagian dari eksistasi diri – biar kekinian. Enggak ada yang salah dari itu. Toh akhirnya banyak orang yang menemukan teman lamanya karena medsos ini, atau ketemu jodoh malah (ehmm….) , bisa tau apa yang terjadi  dengan keluarga atau teman atau jadi bisa dengan mudah berhubungan dengan saudara, teman dari ujung dunia lain. Itu positifnya.

Dan mulailah trend – setiap apa yang dilakukan di ekspos di medsos. Semua kegiatan – termasuk tidur, pakai baju, make up, etc. Salah? Ya enggak ….. itu hak nya semua orang. Kalau merasa keberatan …. enggak usah ribet, jangan dilihat, unfriend, selesai kan?

Yang menjadi masalah adalah ketika kegiatan ini kemudian mulai mengganggu orang lain dan terutama mengganggu diri sendiri (mengganggu jiwa dan perilaku diri sendiri tepatnya hahahahahaaha)  Yang menjadi masalah adalah ketika kegiatan ini dilakukan karena ingin  membangun image agar terlihat “hebat” dimata orang lain – mencari eksistensi diri (please guys … you are great what ever happen to you). Padahal orang yang ingin disaingi di medsos mungkin tidak merasa apa apa 😀

Atau kemudian – sibuk melakukan apapun yang kalau terlihat di foto – akan menampilkan efek kalau dia hebat. Karena penting sekali menunjukkan kepada dunia bahwa dia hebat. Karena menurutnya dengan begitu dia akan diterima di lingkungan nya. Padahal – hanya cukup perduli dengan orang lain – banyak orang yang akan menerimanya.

 

Kemudian dari hal hal tersebut – maka tidak sering ketika bertemu dengan teman teman – dan mendengarkan cerita cerita mereka baik tentang diri sendiri maupun tentan orang lain …. saya terkejut kejut sendiri (eh tepatnya  kami semua terkejut kejut).

Karena sering sekali apa yang terlihat dan terbaca di medsos – tidak seperti apa yang terjadi sebenarnya di dunia nyata. Yang berbicara tentang agama misalnya – sering sekali apa yang dilakukannya untuk orang lain berbeda 180 derajat. Bahkan untuk mengucapkan terimakasih saja menjadi beban buatnya.

Atau pernah saya mendatangi kantor yang hampir seluruh stafnya memasang foto foto kebersamaan mereka – dan disana tertulis bagaimana akrabnya mereka satu sama lain. Bahkan komentar komentar mereka menunjukan keperdulian satu sama lain. Dan betapa tercengangnya saya, ketika saya disana – saya hampir tidak menemukan rasa percaya – trust dan respek antara sesama mereka. Bahkan saya mendengar sendiri bagaimana mereka berbicara ketidak sukaan mereka terhadap satu sama lain. So ….. foto – foto  dan komentar komentarnya itu apa?  #gagal paham.

Atau saya juga pernah terkejut luar biasa mengetahui keadaan teman saya yang terjerat hutang dimana mana – karena foto foto yang saya lihat di medsosnya itu selalu tentang dia ada di negara apa, barang barang bermerk yang dia beli, setiap sisi rumahnya. Uhm …

Yang hampir mirip … juga ada teman saya  yang setiap saat berselfie ria mengendarai mobil mewah, dan semua teman temannya kemudian memuji muji dianggap sukses luar biasa dalam karirnya. Padahal saya tau banget, bagaimana keadaan yang sebenarnya. Kalau yang ini …. karena ucapan adalah doa – saya doakan semoga memang benar benar suatu saat dia akan sukses luar biasa seperti foto fotonya.

Cerita yang lain tentang image ini – saya juga sering banget terkejut ketika mengetahui teman saya yang rumah tangganya bermasalah – karena setiap kali saya lihat di medsos adalah tentang kata kata atau foto foto mesra nya dengan pasangannya .

Atau saya mengenal seseorang yang mempunyai bermacam macam medsos – dimana salah satu medsos nya yang tidak ada bosnya – dia akan bercerita berbeda tentang bos nya. Mulai dari gaji rendah, dipaksa kerja 24 jam etc. Di medsos yang ada akun bos nya – wuiiihhhhh…. akan menulis tentang bagaimana bangganya dia terhadap bos dan tokonya. Untung saya bukan bosnya hahahahahaahaha

Selain itu saya juga tidak jarang menemukan teman saya – yang setiap status nya memperlihatkan keresahan nya. Padahal setiap kali saya bertemu dengan nya ….. saya tercengang … karena banyak sekali karunia Tuhan yang diberikan kepada Nya – yang diinginkan orang lain (keluarga kecil yang harmonis, karir yang baik, pendidikan tinggi etc)

Yang paling fenomenal adalah saya sering banget bertemu orang orang yang antara wajah di foto foto selfie nya ……. dengan yang aslinya … jauuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhh berbeda. Come on …. pasti banyak yang ngalamin ini

Tidak heran ketika saya ngobrol dengan teman teman saya – kami sering kali tertawa sendiri – tepatnya mengetawakan diri sendiri – kalau mengingat kenapa hal ini harus kami lakukan hahahahhaahhahahaa.

Kenapa menjadi terpancing dengan orang lain – yang mungkin juga kenyataan sebenarnya tidak lah seperti itu.  Kenapa image itu penting banget. Kenapa sibuk ber selfie ria dan mengganggu keselamatan orang lain, atau berselfie ria di atas penderitaan orang lain. Atau kenapa harus envy (malah berpikiran bagaimana agar bisa seperti itu)  dengan foto foto perempuan yang keliatan cuannnnntiikkk banget … karena aslinya ternyata jauuuuuhhhhh berbeda. Hahahahhaaha

Jadi …. dengan akan bergantinya tahun …. what next yang akan dilakukan?  Mungkin belajar untuk menanggalkan image – agar terlihat hebat dan keyren ….. Karena bukan nya  lebih baik itu kalau kenyataan nya itu ternyata lebih indah ya?

Enggak apa – apa lah kalau kurang eksis di medsos, atau kurang dianggap keyren di medsos (kan bukan selebriti ini hahaahhaahhahaahhaa). Dan belajar untuk tidak terpancing dengan apapun yang ada di medsos – karena yang terlihat belum tentu itu aslinya.

So … happy new year all …. wish next year brings ton of joys, prosperity, loves and health.

 

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | 2 Comments

Hari Kesaktian Pancasila – (dan masih saktikah Pancasila itu?)

Hari ini 1 Oktober – adalah hari kesaktian Pancasila. Mungkin anak anak sekolah sekarang kalau ditanya isi Pancasila pada enggak ingat lagi 🙂 Saya sendiri tadi pagi ketika mencoba mengingat ingat isi Pancasila agak lupa di sila ke 5 hahahahhahha. Untung enggak lama ingat kembali.

Ketika saya mengingat Sila ke 2 – Kemanusiaan yang adil dan beradap —– saya kembali teringat akan asap di sumatera dan kalimantan. Apakah  cukup adil dan beradap terhadap orang orang yang ada di sana?

Atau Sila ke 5 – Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia —- cukup adilkah apa yang  mereka terima sekarang?  Ketika saya, anda pura pura tidak melihat apa yang mereka alami saat ini.

Dan kalau ke duanya jawaban nya TIDAK ….. lalu apa saktinya Pancasila itu?

Lalu apa gunanya peringatan hari kesaktian Pancasila itu? Cuman sekedar perayaan – tanpa arti  – hanya kewajiban apel di kantor atau disekolah?

Saya yakin, ketika para sesepuh kita membuat Pancasila dengan ke 5 Sila nya – yang ada dibenak mereka adalah gambaran di masa depan – agar pemerintah dan warga negara Indonesia – bisa menjalankan hidupnya di negara tercinta ini dengan berlandaskan sila sila ini.

Mulai dari setiap waraga negara diharapkan percaya akan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa, setiap warga memperlakukan sesamanya adil dan beradap – bukan dengan kata kata kasar atau tidak senonoh – bukan memaki maki seperti yang dilakukan hatters , tetap bersatu walaupun berbeda beda baik suku, agama, ras dan golongan, mengambil keputusan lewat musyawarah dan mufakat dan tidak ada lagi ketimpangan sosial antara warga negara.

Dan lihat apa yang terjadi di Indonesia sekarang? Ketika menghormati agama orang lain – sering dianggap kafir, menyatakan ucapan selamat atas peringatan agama yang berbeda – dicemooh.

Ada etnis tertentu yang memimpin – langsung di perolok asal muasalmya – dipertanyakan nasionalitas nya – padahal sudah jelas nenek moyang nya hidup dan tinggal di Indonesia. Bukti apa lagi yang menyatakan dia adalah orang Indonesia – dan siapa yang sebenarnya yang bisa di cap punya nasionalisme? Apakah indikatornya nama yang ada di ktp mereka? Etnis yang melekat didarah mereka? Atau apa yang mereka lakukan untuk bangsa ini, yang mereka lakukan demi negara ini?

Ada yang tidak sesuai – langsung diucapkan dengan kata kata yang tidak pantas dan diumbar di media sosial yang bisa dibaca siapa saja.  Seenaknya memaki maki orang lain karena pekerjaan nya yang artis – padahal  belum tentu juga apa yang terlihat memang begitu, atau apa yang dibicarakan memang begitu. Terus kalaulah semua benar – apa hak mereka untuk memaki maki orang lain?

Ada orang yang terkena kasus, yang diobrak abrik adalah keluarganya mulai dari pasangan suami/istrinya, anak anaknya bahkan orang tuanya, padahal mereka mungkin tidak mengetahui apa apa, dan tanpa perasaan mengejar ngerjar dan berusaha mengambil foto dari mereka. Buat apa?  Yang terkena kasus kan bukan mereka.

Hari ini tanggal 1 Oktober – Hari Kesaktian Pancasila.

Selain dengan melakukan upacara dan mengibarkan bendera – mari kita tanyakan hati nurani kita sendiri – benarkan Pancasila itu masih sakti? Kalau tidak apa yang bisa saya dan kita semua lakukan sehingga perjuangan pendiri negara ini tidak sia sia.

Salam

Posted in 5 Sila, adil, agama, bangsa, beradap, Indonesia, kesaktian Pancasila, pancasila, ras, suku | Leave a comment

Asap ini sudah Mencemaskan – #Save Sumatera #Save Kalimantan – (Karena mereka bagian dari NKRI )

Dua hari kemarin, salah satu teman saya membicarakan soal asap di Pekanbaru dan Palangkaraya dan beberapa hari sebelumnya saya juga menontonnya di salah satu tv, membaca tentang negara Singapore yang sudah protes berat tentang asap ini.

Saya terus terang agak gemas – kemana mahasiswa mahasiswa yang biasanya lantang berteriak menentang ini dan itu, kemana media masa yang biasanya selalu mengabarkan aksi aksi korupsi. Apakah karena isu ini tidak menjadi isu yang “seksi” – yang bisa menaikan nama dan popularitas?

Saya tidak tau berapa banyak sudah korban asap ini, tapi dari cakupan wilayah yang terkena asap, menurut asumsi saya ini adalah salah satu bencana nasional, terutama di kedua pulau yang terkena asap tersebut – ada ratusan ribu warga negara Indonesia di sana. Mereka pembayar pajak seperti kita, mereka mempunyai kartu tanda penduduk yang bertuliskan Warga Negara INDONESIA. Dan mereka tidak bisa memilih – mau tidak mau mereka harus menghisap asap tersebut bersama dengan oksigen yang mereka perlukan untuk hidup.

Mereka tidak bisa menjalankan aktivitas sehari hari nya dengan normal.   Sebagian dari mereka mungkin tidak bisa membuka usahanya karena gangguan asap tersebut. Anak anak  mereka tidak bisa bersekolah – padahal minggu ini anak anak SD di Indonesia sedang menjalani UTS nya. Ibu ibu hamil di sana juga mungkin mengalami kecemasan tentang kesehatan bayi yang mereka kandung. Orang orang yang mempunyai masalah paru paru dan jantung, maupun orang tua yang mempunyai masalah gangguan pernafasan saat ini mungkin harus hidup bergantung dengan masker oksigen. Karena asap tersebut bisa masuk ke rumah tanpa bisa di hindari, karena asap bisa masuk ke paru paru tanpa bisa dihalangi. Belum lagi pasien pasien yang sedang dirawat di rumah sakit – sakit nya mungkin bertambah dengan asap ini.

Siapa kah yang kemudian bertanggung jawab atas kerugian yang mereka derita? Siapakan yang bertanggungjawab atas kesehatan mereka? Kepada siapa mereka bisa meminta tolong? Kepada siapa mereka bisa menyuarakan apa yang mereka derita? Harus berapa lama lagi mereka hidup seperti itu? Harus berapa banyak lagi penderitaan yang harus mereka tanggung.

Seperti yang saya baca disalah satu timeline path teman saya – bahkan uang yang kita kirimkan tidak dapat menyelematkan mereka dari bahaya dari asap yang sehari hari mereka hisap  hampir beberapa minggu ini. Karena ini bukan persoalan yang bisa diselesaikan dari uang yang kita kirimkan seperti masalah masalah bencana lainnya.

Jadi apa yang bisa kita lakukan? Mari bantu untuk menyuarakan masalah ini – agar semakin banyak masyarakat yang perduli, agar pemerintah secepatnya berusaha mengatasi bencana ini, mencari jalan yang terbaik secepatnya tanpa perlu saling melempar tanggungjawab. Tidak perlu mendiskreditkan siapapun- tidak perlu mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tidak perlu mencari popularitas. Yang diperlukan saat ini “urgency”  untuk mengatasi masalah asap secepatnya.

Demi hati nurani yang kita punya, karena mereka di sana – yang terperangkap beberapa hari bahkan minggu di antara asap asap ini  adalah saudara kita, karena mereka bagian dari republik tercinta ini. Karena mereka harus diselamatkan.

#Save Sumatera, #Save Kalimantan

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | 2 Comments

From Rote with love – #Rote mengajar

Kalau ditanya apa yang20150409_110912 saya syukuri minggu lalu, jawabannya selain bertemu dengan banyak orang orang luar biasa yang mau meluangkan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit dari kantong sendiri, bertemu para pengajar muda dan panitia Rote Mengajar yang luar biasa gila idenya,  punya keluarga baru yang mau menerima saya selama di Rote yang terutama adalah  bertemu dengan anak anak SD Ufalen – Rote Tengah.

SD Inpres Ufalen berada di Desa Siomeda Rote Tengah. Mempunyai 139 siswa dari kelas 1 sd kelas 6 SD. Menurut keterangan ibu kepala sekolah – SD Ufalen ini termasuk SD yang berperingkat baik di Rote Tengah dengan tingkat kelulusan SD yang cukup tinggi. SD  Ufalen ini terletak agak jauh dari jalan raya, mempunyai halaman yang cukup luas. Setiap anak setiap paginya membawa jerigen air yang berisi air untuk toilet dan untuk di siram di tanaman. Sejujurnya saya kagum dengan anak anak yang harus berjalan beberapa km dari rumah ke sekolah di bawah sinar matahari Rote yang begitu  terik. Tetapi mereka tetap bersemangat untuk sekolah. Saya membayangkan, bagaimana kalau saya harus melakukan itu? Pasti lah saya akan cemberut, complain, marah marah, dan sebagainya. Tidak seperti anak anak ini yang tetap ceria bercanda. Have what they have. Untuk hal ini saya belajar dari mereka.

Pagi pagi ketika saya bertemu mereka di pintu gerbang sekolah, mereka yang sedang bercanda sesamanya, tiba tiba menghadap saya dan serempak berkata : “Selamat pagi Ibu”  😀  So sweet kan? Ternyata begitu juga di kelas ketika saya masuk ke kelas mereka akan berdiri dan menyapa seperti itu dan ketika saya selesai mengajar – mereka kembali berdiri dan berkata “Selamat jalan Ibu, Terimakasih”  😀  Ayo ngaku siapa yang enggak luluh hatinya mendengar sapaan tulus anak anak ini. Terutama untuk anak anak di kelas yang kecil kelas 1 SD dan 2 SD.  Priceless banget …. tidak bisa dibayar apapun.

Saya masuk pertama kali di kelas 1 SD. Kebayang kan? Saya hanya berdoa agar saya tidak mati gaya di depan mereka. Dan yesssssss…… mereka cukup manies ….. apalagi mereka bersemangat sekali setiap kali di ajak menyanyi.  Yang paling parah sih …. saya sempat lupa dengan lagu yang sudah saya hafal sebelumnya …. untung nya pikiran saya mau diajak bekerjasama …. dan jadilah bait lagu yang terlupa itu saya ganti kata katanya – Ikan buntal jadi ikan bawal, ubur ubur jadi lumba lumba, banana jadi pisang pisang hahahahhahaahhaha (maafkan kak Maria – lagunya saya ganti). Tapi mereka bersemangat sekali. Mengikuti gaya saya bernyanyi … kapan lagi ya … suara saya dikagumi begitu hahahahahaha. Yang bikin hati saya melambung …. sewaktu saya keluar kelas dan wali kelasnya masuk ke kelas bertanya kemereka apakah mereka senang di ajarkan oleh saya ….. mereka semua menjawab serempak  ….. senaaaaanggggg. Seriously …. air mata saya hampir menetes saking senangnya.  Uhhh…  saya jatuh cinta kepada mereka.

Saya juga mengalami hal yang luar biasa di kelas kelas lain, mereka aktif menjawab pertanyaan pertanyaan saya. Tidak malu malu, tidak diam saja (terus terang ini yang menakutkan – kalau tidak ada yang aktif – bisa mati gaya saya hahhahhahaaaha …. thanks God enggak terjadi sama sekali selama saya mengajar di sana).

Ketika saya tanyakan apa cita cita nya …. ternyata tidak seperti pembicaraan  sebelumnya yang memberitahu saya bahwa rata rata anak anak cuman ingin menjadi guru atau polisi, cita cita mereka lumayan variatif – ada yang ingin menjadi dokter (mereka tertawa geli ketika saya tanya siapa yang takut disuntik …… dan mereka tunjuk tangan termasuk saya hahahhahahhaa), ada yang ingin menjadi pemain bola, ada yang ingin menjadi nakhoda, ingin menjadi pilot dan ada yang ingin menjadi chef (Chef Juna benar benar merebut hati mereka sepertinya…. sama seperti saya juga hahahhahaha #salah fokus LOL), dan  ternyata dari seluruh siswa di SD Ufalen, ada 2 orang yang ingin menjadi PRESIDEN ….. Yeaayyyyyyyyyy

Yang paling lucu ketika saya bertanya dimana mereka harus sekolah kalau mereka ingin menjadi seperti yang mereka inginkan . Kalau mau menjadi Chef harus sekolah dimana? Dan jawaban mereka ………….. DI DAPUR hahahahhahahaha. Atau kalau mau jadi Pilot harus sekolah dimana? Dan jawaban mereka …… sekolah KEPILOTAN:D  Atau kalau mau jadi perancang model rumah (arsitek) – sekolah dimana? Jawaban mereka  …… sekolah pembangunan atau sekolah perumahan  hahahahahahaaha .  Kemudian yang membuat mereka terkejut ketika saya memberitahukan ada sekolah pertanian …. karena mereka berpikir menjadi petani berarti tidak perlu sekolah. Ayoooo anak anak …. siapa bilang petani tidak perlu sekolah? 😀

Dan teristimewa dari anak anak ini, mereka belum bergantung dengan gadget yang biasanya dibawa bawa anak anak di kota kota besar. Dimana di sini kita akan melihat anak anak yang sibuk dengan dirinya sendiri bermain game di gadgetnya – menjadi anti sosial. Tidak bergaul dengan anak anak lain, tidak kreatif menggunakan apa yang ada di dekatnya untuk dijadikan permainan. Dan bahkan sering sekali tidak perduli dengan lingkungan sekelilingnya kalau sudah memegang gadgetnya 😦

Anak anak ini dengan bebasnya bermain main bersama anak anak yang lain. Hal itu terlihat jelas betapa gembiranya mereka membuat lingkaran bermain tanpa ada perintah dari guru gurunya, ketika jam 3 sore setelah pulang sekolah kami bersama sama bermain ke pantai. Hal ini hampir jarang saya lihat di Jakarta – karena biasanya pasti banyak yang sibuk sendiri dengan gadgetnya. Mungkin hal ini yang harus dipelajari oleh kita yang tinggal di perkotaan agar tidak membiarkan anak anak sibuk dengan gadgetnya. Sehingga mereka bisa bersosialisasi dengan sesama nya dan bisa belajar tentang tepa selira – bertoleransi – hal yang sulit didapatkan di kota kota besar karena anak anak ini kebanyakan menjadi anti sosial karena sibuk dengan gadget nya sendiri. Sekali lagi mereka menginspirasi saya untuk kelak tidak membiarkan anak anak saya sibuk dengan gadget nya. Sehingga bisa belajar bagaimana berbicara, mendengarkan orang lain, bersosialisasi dan menghormati keberadaan orang lain.

Jadi enggak salah kan kalau saya kemudian jatuh cinta dengan anak anak ini?

Salam

Btw: Spesial Note

Thanks to pengajar pengajar muda di Rote dan seluruh panitia yang menggagas kegiatan ini. Thanks to guru guru terutama guru guru SD Ufalen tempat saya mengajar yang tidak kenal lelah dan luar biasa mendidik anak anak yang kelak jadi generasi penerus bangsa, thanks buat hostfam saya yang sudah mau menerima saya selama di Rote dan thanks to teman teman relawan yang saling support mulai dari persiapan, keberangkatan, hari H dan sampai kepulangan ( You rock guys 😀 ).

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Kesetaraan Gender – Ini juga tentang hak sebagai laki laki loh :)

Semalem sebelum tidur, saya menyempatkan diri membaca salah satu media elektronik tentang Emma Watson yang membicarakan tentang kesetaraan gender. Dan ya ….. yang menarik karena pemahaman beliau hampir sama dengan saya.

Kesetaraan gender sering kali disalah artikan tentang perjuangan untuk mendapatkan kesetaraan oleh perempuan. Padahal ya enggak ….. kalau menurut Emma Watson …. perempuan dan laki laki itu seperti sayap yang saling menyeimbangkan dalam kehidupan. Dan menurut saya, juga begitu. Kalaulah seringnya bicara tentang perempuan ya karena yang memang dibeberapa tempat terlihat jelas hak perempuan belum seimbang dengan laki laki. Masih sering terjadi perbedaan gaji antara perempuan dan laki laki, atau juga dalam karir. Selain itu juga karena banyak perempuan yang berkelompok memperjuangkan haknya bersama sama, dan anehnya laki laki tidak mau melakukan hal yang sama karena masih berkutat terhadap aturan bahwa perjuangan kesetaraan gender adalah tentang laki laki bukan tentang perempuan 🙂

Saya enggak akan membicarakan disini tentang perempuan …. karena pastilah banyak sudah tulisan tulisan yang lebih keren tentang perempuan dan kesetaraan gender. Yang saya bicarakan disini adalah tentang laki laki.

Banyak kasus kasus pelecehan seksual terhadap laki laki yang tidak dilaporkan baik karena si korban maupun keluarganya merasakan malu yang luar biasa. Padahal dengan tidak melaporkan berarti membiarkan pelaku melakukan hal yang sama terhadap orang lain. Dan yang lebih parah korban korban ini juga tidak mendapatkan pertolongan psikis yang baik.

Tidak seperti perempuan yang mendapatkan banyak simpati, korban pelecehan seksual laki laki ini cenderung semakin dilecehkan di lingkungannya, ditertawakan dan yang lebih parah dianggap bukan lah orang orang yang pantas menjadi laki laki karena bisa bisa nya menerima pelecehan seksual. Terutama apabila si pelakunya adalah seorang perempuan. Padahal siapa yang bilang perempuan tidak bisa lebih kuat dari laki laki?

Kemudian juga terhadap aksi kekerasan rumah tangga. Saya mengetahui beberapa teman saya yang laki laki mengalami kekerasan rumah tangga. Dipukulin, dikunci, bahkan ada yang disiram air panas. Dan ketika mereka menceritakan ini kepada orang lain, rata rata mereka dianggap lemah, ditertawakan. Padahal masalah mereka ini serius. Mereka benar benar ketakutan.

Atau ketika seorang laki laki yang kemudian bekerja di tempat tempat perawatan kecantikkan, yang kemudian di beri label sebagai laki laki yang penyuka sesama jenis. Padahal belum tentu juga mereka begitu. Atau laki laki yang memakai baju warna merah jambu misalnya.

Atau ketika seorang laki laki yang lebih memilih menjadi ayah rumah tangga. Yang memilih tidak berkarir, tidak bekerja karena ingin menjaga dan membesarkan buah hatinya, karena sang istri tercinta mempunyai karir yang sulit untuk dilepaskan. Mengapa kemudian harus ditertawakan? Mengapa tidak boleh mendukung karir istrinya dan tidak boleh membesarkan buah hatinya? Mengapa dianggap lemah? Bukankah itu keputusan rumah tangga mereka berdua? Mengapa harus dianggap juga mendompleng istrinya, takut istri etc? Apakah yang dilakukan nya salah? Toh, dia mengurus anak anak nya. Tidak ongkang ongkang kaki di rumah. Kenapa perempuan boleh menjadi ibu rumah tangga dan laki laki tidak boleh, kalau alasan keduanya sama, ingin membesarkan buah hati mereka tanpa campur tangan pihak lain dan mensupport karir pasangannya.

Yang salah mungkin kalau gara gara ini, kemudian istrinya menjadi pimpinan keluarga, suaminya enggak boleh ikut ngambil keputusan. Atau suaminya males males an di rumah enggak ngapa ngapain, maksa istrinya kerja. Atau memperbudak istrinya. Tapi kalau diantara kedua pasangan ini berjalan aman dan damai saling mencintai. Apa itu salah?

Saya mengenal salah seorang yang begini nih, si abang ngelapasin jabatan karena istrinya sibuk berkarir di perbankan. Dan si abanglah yang ngurus anak anak nya. Sampai ketika anak anak mereka sudah besar (mungkin saat itu yang paling kecil sudah smp), si abang mulai bekerja kembali. Dan rumah tangga mereka happy happy ajah. So why not?

Jadi bagi saya aneh kalau laki laki sendiri kemudian tidak membela kaumnya yang tertindas, malah ikut melecehkan kalau mempunyai masalah masalah seperti ini. Tapi kemudian membabi buta emosi kalau ada perempuan yang membicarakan kesetaraan gender. Uhmmm…..

Jadi yuukkkk baik perempuan dan laki laki untuk saling bersatu mengatakan tidak terhadap ketidak setaraan atas nama gender. Dengan begitu mungkin dunia ini makin harmonis. Aamiin

Salam damai – salam kesetaraan gender 😀

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Ketika Manusia keras kepala (Padahal Tuhan tahu apa yang terbaik)

Suatu hari teman saya bercerita kepada saya tentang jodoh yang tidak pernah dia mengerti. Kenapa si A bisa mendapat si B terus akhirnya harus berpisah. Berarti enggak jodoh dong ya? Bagaimana bisa tau kalau pasangan kita itu jodoh kita atau enggak? Karena yang sudah bersatu ternyata bisa berpisah.

Saya sendiri sering banget memikirkan hal ini, sampai pada suatu masa, ketika saya mulai belajar melihat segala sesuatu dari sisi yang lain. Termasuk belajar melihat segala sesuatu dari sisi Tuhan. Kalau saya jadi Tuhan ….  apa yang saya rasakan, apa yang saya putuskan.

Menurut saya, kadang kadang manusia itu terlalu Pede, seringkali kita ngotot ingin mendapatkan sesuatu yang sebenarnya tidak cocok  untuk kita. Kita ngotot untuk menolak sesuatu yang sebenarnya memang cocok untuk kita. Karena kita merasa kita yang paling tau apa yang kita mau.

Kalau tidak diberi, kita seringkali ngambek sama Tuhan, kemudian kita sering kali terus merasa didikriminasi sama Tuhan – trus ujung ujung nya seringkali kita mengungkit ungkit apa yang kita lakukan untuk Tuhan – “saya sudah  doa, saya rajin sholat, saya sering ke mesjid, saya rajin ibadah ke gereja etc, tapi doa saya enggak di dengar. tapi Tuhan enggak perduli saya,  doa saya enggak dijawab, saya masih susah terus, saya masih dikasih cobaan terus.”

Ya, saya sendiri sih kalau jadi Tuhan, bisa merah deh telinga dengerin ngambek ngambek kan begini. Apalagi yang sering nya ngambek itu orang yang dewasa, yang cukup umur. Bukan anak anak lagi. Mosok sih masih ngungkit ngungkit Tuhan gara gara enggak diberi sesuatu. Manalagi seringnya tuh pada berdoa lewat media sosial, lewat FB, lewat twitter, lewat path ….. padahal ya kan bisa langsung saja berdoa ke Tuhan enggak usah pake perantara apa apa. Toh Tuhan juga enggak punya banyak waktu baca baca status umatnya di media sosial 😀

Akhirnya , sering kali  ini seandainya saya jadi Tuhan, ya sudah ….  saya biarkan deh terjadi apa yang mereka mau. Percuma toh dihalangi, dari pada terus terusan ngambek. Percuma juga di kasih warning, percuma juga dikasih petunjuk, kalau tetap ngotot pilihannya paling benar.

Dan setelah itu ….  ketika berakhir dengan apa yang tidak diharapkan, mulailah datang penyesalan. Mulai lah drama lagi. Mulai bertanya lagi, kenapa kalau ternyata enggak cocok – tetap dipersatukan untuk dipisahkan. Mulai ngambek ngambek lagi, Deuuuuuhhhhhh …..  kebayang enggak ya ribetnya? 😀

Padahal sudah ada orang yang diberi petunjuk Tuhan untuk menciptakan kalimat indah ini :

“Hati hati dengan permintaanmu. Karena kadang kadang ketika terpenuhi, malah menyusahkanmu.”

Ya tapi teuteup ….. engak mau dengar juga.

Atau Tuhan juga sering memberikan petunjuk petunjuk lewat orang orang yang memang mempunyai kemampuan melihat masa depan orang lain lewat berbagai media, tarot, baca garis tangan etc. Dan tidak lah secara kebetulan kita dipertemukan dengan mereka mereka ini. Untuk membantu kita, berhati hati dengan langkah yang kita tempuh. (tapi tentu saja …. hati hati dengan orang orang yang kemudian menipu dengan mengatakan bisa membaca ini itu kemudian kita digemplang dengan harus membayar sejumlah dana tertentu :D,  percaya deh orang orang yang benar benar dikaruniakan hal hal ini, mereka tidak akan tertarik dengan komersialisasi yang berlebihan. Mereka bahkan banyak yang mau membantu tanpa harus dibayar sama sekali malah)

Terus …. banyak banget kemudian yang mengartikannya lain. Yang marah atau frustasi ketika diberitahukan. Padahal petunjuk itu diberikan agar kita bersiap siap dengan situasi yang jelek. Bukan kah mustinya bersyukur?

Atau kebalikkannya, merasa tidak perlu melakukan apa apa lagi ketika diberitahukan tentang masa depannya bagus. Padahal seharusnya juga malah lebih bersemangat sebagai ucap syukur karena tau jalannya sudah dipermudah. Dan juga bukankah itu tanda agar kudu hati hati juga,  jadi tidak lupa diri ketika sukses itu diraih?

Atau mencak mencak ketika diberitahu kalau ternyata orang yang dicintai tidak cocok atau malah emosi ketika diberitahu kalau si A yang biasa biasa saja, yang enggak ada apa apa nya , yang kurang cantik, kurang ganteng, kurang tua, kurang muda, kurang kaya, kurang top, kurang keren. etc, adalah jodoh yang sesuai – yang bersamanya bisa menemukan kebahagiaan yang diidamkan. Padahal bukan kah kudu bersyukur, dihindari dari  perpisahan di suatu waktu dan dipermudah untuk mendapatkan jodoh yang bisa bersama sama sampai ajal menjemput?

Atau banyak juga yang kemudian marah marah dengan mereka mereka mereka yang diberi anugerah sperti ini oleh Tuhan. Merasa orang orang ini pendosa. Menurut saya …. ya … kalau enggak percaya, lebih baik dihindari 😀  Toh anugerah itu juga dari Tuhan

Selain itu juga urusan ngotot dengan keinginan ini  juga kemudian sering jadi buat Tuhan (ini kalau saya jadi Tuhan ya …. ) lama lama bikin kesal juga. Cukuplah sudah meminta dan yakin akan diberikan. Mana mungkin juga Tuhan akan menjerumuskan umatnya. Mana mungkin juga ya Tuhan iseng memberi cobaan kepada umat Nya tanpa ada maksudnya. Memang nya Tuhan enggak punya kerjaan? Memangnya Tuhan menjadikan manusia itu bahan mainan Nya?  Sudah lah cukup meminta, berusaha dan yakin lah akan di jawab. Enggak perlu ngotot, enggak perlu berkeluh kesah, enggak perlu juga jadi emosi.

Jadi ? Yakinlah Tuhan pasti tau yang terbaik …  so …enggak perlulah terlalu keras kepala sama Tuhan  😀

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | 2 Comments