Republik Galau

Galau – merupakan kata yang sedang populer, yang menggambarkan tentang suasana hati seseorang yang tidak menentu, karena adanya pergolakkan batin karena satu atau lebih masalah. Dulu sih saya selalu merasa kalau ‘galau’ itu sering terjadi pada anak – anak ABG, karena 2 atau 3 tahun lalu, pastilah banyak orang yang menertawakan kalau ‘galau’ itu terjadi pada orang – orang yang dianggap sudah cukup dewasa. Kalau sekarang sih, ya dari mulai anak – anak sampai kakek – nenek dengan bangganya bisa terkena virus ‘galau’ ini. Menjadi galau memang seperti mode yang sedang trendi saat ini.

Dan sampai kemudian virus galau ini juga melanda ke pejabat – pejabat sampai pemimpin tertinggi republik ini. Sebenarnya sih karena pejabat – pejabat termasuk presiden juga manusia, ya sah – sah aja dong dilanda kegalauan.  Tapi menjadi menjengkelkan karena kemudian kegalauan mereka – mereka pemimpin negara ini, terbawa kepada keputusan – keputusan yang justru menggalaukan masyarakat yang mereka pimpin.

Yang terakhir bisa terlihat dari keputusan tentang bbm, mulai dari pelarangan penggunaan bbm bersubsidi oleh kendaraan dinas pemerintah – uhm …. halllllooooo bukannya bbm ini dibeli dari uang negara???? Dimana penghematannya?

Kemudian perbedaan harga yang jauh antara bbm yang bersubsidi dan non bersubsidi. Dan memaksakan kendaraan yang diatas berapa cc,  tidak mempergunakan bbm non bersubsidi. Seriously, ini bukan soal malu atau tidak malu, tapi kalau harga nya berbeda jauh, siapa yang mau membeli yang mahal? Dan justru ini membuka peluang usaha yang besar bagi supir – supir angkot atau siapalah yang bisa membeli bbm non subsidi,  untuk menjual eceran bbm yang non bersubsidi yang mereka beli kepada orang lain. Berarti?  Kebijakkan ini tidak efektif. Jangan – jangan nanti supir – supir angkot tidak mau lagi menarik angkot karena keuntungan dari bbm jauh lebih besar dari sekedar menarik angkot. Hadoh … bisa susah dong saya, sebagai penumpang setia angkot 😀 Lebih baik subsidi bbm ini ditarik seluruh nya atau tidak sama sekali.

Kemudian kegalauan ini bisa juga terlihat dari bagaimana pemimpin – pemimpin galau yang tampil di salah satu acara di stasiun tv yang berisi ahli ahli hukum Indonesia. Mereka – mereka, pemimpin negara yang seharusnya menunjukkan kewibawaan mereka sebagai pemimpin negara, malah di sana menunjukkan bagaimana mereka sebagai negarawan justru menjatuhkan harkat dan martabat mereka dengan pernyataan – pernyataan yang seharusnya tidak mereka nyatakan di public forum seperti itu.

Kegalauan yang lain juga tercermin, dari pembayaran korban lapindo dari APBN, yang nota bene sampai sekarang  belum dapat pengakuan resmi dari ahli – ahli, bahwa lapindo adalah bencana alam.  Jadi alasan kuat apa yang menyebabkan lapindo itu menjadi tanggungan negara? Yang paling parah tidak ada satupun kemudian dari wakil rakyat yang tidak menyetujui penggunaan APBN untuk pertanggungjawaban negeara terhadap kesalahan yang dilakukan oleh bisnis yang dijalankan seseorang.

Fenomena kegalauan ini semakin tercermin dari kepribadian pemimpin tertinggi negara yang sering kali berkeluh kesah kepada masyarakatnya, mulai dari gajinya yang tidak naik – naik, dari sms yang diterimanya yang enggak jelas dan lain – lain. Padahal please ya pak soal gaji yang tidak naik dan sms – sms yang isinya tidak jelas itu juga terjadi pada kita – kita juga yang sayangnya sih tidak bisa curcol ke seluruh penjuru republik ini seperti bapak 😀 Mungkin kalau si bapak tidak dalam keadaan galau, beliau pasti deh malu curcol sama rakyatnya untuk hal – hal sepele seperti itu.

Dampak kegalauan ini juga terlihat dari ketidak mampuan para pemimpin ini untuk berpikir strategis, sehingga masalah kekerasan yang sudah terlihat jelas, tapi justru organisasi sumber kekerasan itu sama sekali tidak dibubarkan malah terkesan di biarkan saja. Padahal korban dari kekerasan ini juga sudah tidak terhitung besarnya. Dimana perlindungan negara terhadap rakyatnya?

Nah, kalau pemimpin pemimpin saja mengalami galau tingkat tinggi, ya jangan salahkan kalau kemudian rakyatnya juga mengalami galau tingkat super tinggi.  Dan juga jangan salahkan saya kalau kemudian saya menyebutkan kalau republik ini adalah republik galau. Wong mulai dari pemimpin tertinggi sampai rakyatnya beserta instrumen – instrumen kenegaraan yang didalamnya galau semua 😀

Dan kemudian hati saya yang memang tidak selalu mau bekerja sama dengan pikiran saya, mulai mencari – cari pembenaran atas kegalauan yang saya rasakan belakangan ini, wong namanya hidup di republik galau, jadi menurut hati saya ya wajar dong saya galau juga. LOL

Salam

 

Posted in Indonesia ku | Tagged , , | Leave a comment

Surat Terbuka kepada FPI

Kepada Bapak – bapak yang terhormat anggota FPI,

surat terbuka ini saya tuliskan, karena saya tidak tahu ke mana saya harus menyampaikan surat ini. Mudah – mudahan, salah satu dari anda mau membacanya sampai akhir tanpa berprasangka buruk atau berniat mengejar saya yang dianggap sebagai orang yang tidak bermoral, memandang tidak ada satupun yang keliatannya bisa dan membuka hati anda semua. Apalagi menurut  sudut pandang saya (mudah – mudahan saya salah), apa pun yang terlihat berbeda dan tidak sesuai dengan pendapat anda, pastilah anda anggap melawan agama Islam dan menentang Tuhan anda. Sekali lagi mudah – mudahan saya yang memang salah menduga.

Bapak – bapak yang terhormat yang dengan permintaan maaf yang mendalam ternyata belum bisa saya hormati, mungkin menurut cara pandang anda, anda sekalian adalah orang – orang beriman yang karena nya harus mememberantas kemaksiatan di muka bumi ini, setidak nya di tanah air tercinta ini. Bagi saya, yang tidak punya hak untuk mengukur keimanan saya, mungkin beban yang bapak – bapak pikul terlalu berat, sehingga tidak ada jalan lain yang bisa bapak – bapak lihat selain melakukannya dengan cara kekerasan.

Untuk itu saya pinta, tanggal kanlah beban itu, biar kanlah orang- orang lain yang masih belum mempunyai beban berat, melakukan tugas memerangi kemaksiatan itu, karena mereka mungkin mempunyai cara – cara yang lain yang lebih menunjukkan ke -Islam-an, agama yang sesungguhnya adalah agama penuh cinta kasih seperti salah satu ayat yang paling indah yang senang saya baca yaitu Al -Kafirun, dimana pada ayat itu tertulis : ‘agamamu – agamamu, agamaku – agamaku, jangan ganggu agamaku dan aku tidak mengganggu agamamu, untukmu agamamu, untukku agamaku’. Dimana disana ditunjukkan, bahwa umat Islam mengakui adanya agama lain diluar agama Islam, dan tidak akan mengganggu agama tersebut selama tidak diganggu.

Ketika anda melakukan kekerasan dengan alasan membela agama, membela nama baik Allah swt, menurut saya saat itulah anda meremehkan Allah swt. Karena Allah swt itu adalah Maha Kuat yang tidak perlu dibela. Yang perlu anda bela adalah orang – orang yang teraniaya, orang – orang yang kelaparan, anak yatim – piatu, orang – orang lemah yang tertindas dan lain – lain yang semuanya memerlukan cinta kasih dan bukan kekerasan. Saya juga tidak pernah menemukan satu ayat pun di Al Quran yang menyatakan bahwa Allah swt mengijinkan umat Nya untuk menghakimi orang lain atas dosa – dasa yang diperbuat orang tersebut. Yang ada adalah agar sebagai umat Nya, Allah menginginkan agar saling tolong menolong sesama, bukan saling menghakimi.

Bapak – bapak yang terhormat, tahukah anda, ketika anda mengatakan tentang Lady Gaga, bagaimana buruknya orang tersebut, pada saat itu juga, anak – anak muda dan orang – orang yang tadinya tidak perduli dengan mahluk bernama Lady Gaga, mulai mencari internet dan menggoogle serta menonton di You tube tentang ‘pornografi’ yang anda ucapkan dilakukan oleh Lady Gaga. Dan itu dilakukan sepanjang hari selama komputer tersambung di komputer, dan kalau lah dihitung pastilah waktu yang mereka habiskan untuk menonton itu lebih lama dari konser Lady Gaga sendiri yang hanya 2 -3 jam dengan biaya yang lebih murah dari pada menonton konser Lady Gaga itu sendiri. Padahal kalau itu tidak anda hebohkan, mungkin mereka juga tidak perduli.

Sama seperti saya, yang juga menjadi penasaran, mencari penampilan Lady Gaga di You tube, karena pingin tau seporno apakah beliau. Padahal, seandainya tidak ada kehebohan itu, mungkin saya juga tidak akan pernah punya keinginan menonton penampilan Lady Gaga 😀 Uhm … jadi menurut anda apakah jalan yang anda tempuh adalah jalan yang benar? Menggagalkan konser Lady Gaga dengan cara – cara yang heboh, tidak akan menghentikan malah membuat anak – anak muda itu penasaran untuk menonton Lady Gaga di media lain!!!!! Buka hanya 2 – 3 jam seperti di konser tapi 1x 24 jam dan 7 hari seminggu. Dan anehnya mengapa anda anda semua baru protes tentang kehadiran Lady Gaga sekarang – sekarang, tidak pada saat ticket baru dijual atau jauh – jauh hari ketika isu kedatangan Lady Gaga ke Indonesia. Aneh menurut saya.

Saya juga justru cemas, mengapa anda yang merasa hebat dalam ilmu agama takut bersaing dengan Lady Gaga? Jangan – jangan karena anda tidak sehebat yang anda bicarakanlah maka anda ketakutan. Padahal menurut saya, justru ketika anda membiarkan konser itu berlangsung, tapi ternyata anak – anak muda tidak ada yang tertarik datang kesana karena lebih memilih pengajian  yang anda langsungkan pada saat itulah ditunjukkan kehebatan anda sebenarnya. Mungkin seluruh dunia malah akan menyatakan kekaguman kepada anda semua, ketika mereka melihat anak – anak muda Islam Indonesia, lebih memilih menghadiri pengajian akbar yang bayarannya sama dengan tiket nonton Lady Gaga atau artis US siapa saja yang berpakaian seronok.  Dimana bayaran atas tiket tersebut akan dibiayakan untuk membeli Al Quran dan alat alat sholat yang akan dibagikan secara gratis kepada kaum Duafa. Uhm …  moga – moga mimpi saya tidak terlalu muluk.

Dan saya lebih sedih ketika anda tidak memerangi juga bioskop – bioskop yang membiarkan anak – anak kecil menonton film yang sesungguhnya untuk orang dewasa, anda tidak juga memerangi film – film Indonesia dengan judul – judul yang tidak mendidik dan isinya juga lebih tidak mendidik, tidak datang ke DPR yang anggotanya bersibuk – sibuk menonton film porno, tidak memerangi anggota – anggota DPR (D) yang terlibat pembuatan film porno. Anda hanya diam. Mana suara anda disana?

Anda juga tidak terlihat bersuara keras dan melakukan kekerasan kepada penyalur – penyalur TKW yang ilegal. Atau rumah – rumah sakit yang tidak menerima pasien miskin untuk dirawat. Anda juga tidak terlihat bersuara keras untuk memerangi penjualan dvd/vcd porno yang dijual bebas di Mall -mall, setidaknya tidak sekeras ketika anda menentang majalah Playboy.

Bapak – bapak anggota FPI yang merasa terhormat,  kalaulah tenaga, waktu, uang, dan pikiran yang anda keluarkan saat ini bisa seperti Bapak Anies Baswedan, yang mengajak anak – anak muda berbakat untuk mengajar ke daerah – daerah terpencil, mungkin rasa hormat saya kepada anda semua bisa saya tumbuhkan. Atau anda mengajak seluruh umat muslim untuk setiap minggu nya mengumpulkan koin untuk kaum duafa, atau anda merubah seluruh anggota geng motor kembali ke jalan yang lurus, mungkin saya atau siapapun di Indonesia ini akan memberikan dukungan dan rasa hormat kami kepada anda.

Biarkanlah penghakiman dilakukan oleh orang – orang yang bertugas untuk itu. Biarlah kekerasan menjadi jalan yang dilakukan pemuda – pemuda jalanan yang belum bertobat dan akan diajak bertobat oleh anda . Dan biarkanlah polisi yang melakukan tugas mereka menjaga keamanan. Dan biarkanlah Allah swt, yang menimbang dosa atau tidak nya seseorang karena itu adalah hak dan otoritas Beliau sebagai sang Maha Pencipta. Karena kalau Allah swt, memang menginginkan seluruh orang orang yang berbuat maksiat dicabut nyawanya, sakit atau hidup dalam kesusahan saat ini juga maka tidak ada yang akan bisa menghalangi Nya,  itu pasti terjadi – Kun Fayakuun. Jadi, tugas kita hanyalah membantu mengingatkan sesama, bertoleransi dan saling tolong menolong satu sama lain. Dunia akan jauh lebih indah dan nyaman apabila diwarnai dengan cinta

Dan percayalah aksi yang bapak bapak lakukan akan terlihat jauuuuuuuuuuuh lebih heroik, apabila dilakukan dengan cara damai dan bukan dengan cara kekerasan. Karena saya yakin dan percaya, sebenar nya bapak – bapak anggota FPI bukanlah preman – preman yang hanya mengandalkan otot dan bukan otak dan hati.  Tunjukkan lah kepada dunia bahwa Islam adalah agama penuh cinta kasih.

 

Salam damai

Kharina Dhewayani

Posted in Indonesia ku, Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Ketika Persoalan Berasal dari Ketidakmampuan Kementerian Saling Bekerjasama

Bukan sekali dua kali saya membaca adanya perbedaan pandangan antara kementerian yang satu dengan yang lain untuk satu hal yang sama. Bukan sekali dua kali juga saya mendengar kementerian A menyalahkan kementerian B di forum – forum yang tidak resmi. Dan parahnya kemudian, minggu lalu saya malah membaca data yang berbeda untuk hal yang sama pada waktu yang sama dari dua kementerian yang berbeda.

Sebenarnya saya amat teramat sangat yakin tentang banyaknya orang – orang pintar yang bekerja pada kementerian – kementerian tersebut, yang hasil – hasil pemikirannya, apabila mereka mau duduk bersama – sama saling bekerjasama,  saya yakin akan menghasilkan solusi – solusi hebat untuk memecahkan masalah yang terjadi di negara ini.

Sayang nya kemudian, hal ini menjadi sesuatu yang hampir sulit di capai karena, pemimpin kementerian (red: menteri), yang mewakili partainya masing – masing, mempunyai kepentingan pribadi – pribadi, sehingga keengganan untuk membuka diri dan bekerjasama dengan kementerian yang lain apalagi yang pimpinan nya berasal dari partai lain menjadi  semakin besar.

Jadi tidak heran dengan permasalahan bbm yang saat ini terjadi, dengan adanya perbedaan pandangan antara kementerian keuangan, kementerian esdm, kementerian perdagangan menjadikan pemimpin negara, juga menjadi sulit untuk memutuskan apa – apa. Dan lagi – lagi kemudian yang menjadi korban adalah masyarakat, yang harus terus  menerus di dudukkan dengan ketidak pastian tentang pencabutan subsidi.

Dan itu juga yang terjadi dengan persoalan – persoalan besar yang  terjadi di Indonesia, seperti seandainya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementeriaan Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Tenaga Kerja serta Kementerian Hukum dan HAM,  mau bekerjasama bahu membahu, memikirkan tentang Tenaga Kerja Wanita di Luar Negeri, tidak akan terjadi masalah besar yang terus menerus menghantui TKW Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Kemudian, saya berusaha mengubah pikiran saya bahwa tidak ada kepentingan politik dari masing – masing kementerian. Tapi kesimpulan saya ternyata tetap, tanpa adanya kerjasama dan perasaan sebagai satu tim dalam kabinet pemerintah, bahwa kerja kementerian yang satu bergantung dari kementerian yang lain dan bahwa keberhasilan kementerian yang satu merupakan hasil dari kementerian yang lain.  Sehingga dengan kurang (tidak adanya) kerjasama antar kementerian dan perasaan sebagai satu team  itu juga sulit untuk menyatukan point of view (sudut pandang) masing – masing kementerian, sehingga juga hasil atau keputusan yang diambil juga berbeda, yang mungkin dilihat dari sudut pandang masing – masing merupakan jalan keluar yang terbaik.

Contoh yang paling mudah mungkin kalau kita membayangkan satu perusahaan yang setiap departemen/instansi/ bagian – bagian di dalam nya kurang (tidak ada) kerjasamanya, mungkin tinggal menghitung hari sampai si perusahaan akan dinyatakan bangkrut, atau sampai adanya perubahan besar – besaran di perusahaan tersebut dengan mengganti pimpinan yang bisa memaksa seluruh departemen/instansi/bagian – bagian mau bekerjsama. Mungkin itu yang harus kita cari sekarang, mengganti pimpinan.

Sebagai warga negara Indonesia, tentulah saya tidak mau melihat negara saya jatuh semakin jauh di dalam keterpurukkan hanya karena ketidak mampuan Kementerian saling bekerjasama. Saya juga sudah bosan melihat penderitaan saudara – saudara senegara saya yang terjadi lagi – lagi karena setiap kementerian tidak mampu saling bekerjsama satu dengan lain. Menurut saya keputusan terberat apapun, apabila telah menjadi keputusan yang disepakati bersama – sama, berarti juga tidak akan menjadi terlalu berat karena juga akan ditanggung bersama – sama .

Sehingga saya mengusulkan supaya seluruh menteri termasuk pemimpin menteri harus bersama – sama mau mengikuti team building setiap tahun untuk memulihkan kembali rasa kepercayaan dan perasaan sebagai satu kesatuan team. Tentu saja, ketika melakukan team building ini mereka terlebih dahulu mau dengan rendah hati meninggalkan jabatannya masing – masing, sehingga kegiatan team building dapat berjalan lancar, sesuai dengan tujuan nya.  Dan ini kemudian menghasilkan rasa saling menghargai satu sama lain dan keinginan untuk saling bekerjasama bahu membahu, walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda, dan kemudian team kabinet ini bisa semakin kokoh. Tidak lagi saling menyalahkan, terhadap keputusan yang dibuat, saling tidak percaya satu sama lain dan keengganan untuk bekerjasama satu dengan yang lain. Dan hasilnya? Tentu saja tidak ada lagi perbedaan baik data, keputusan dan sudut pandang antara setiap kementerian dan tentu dengan begini Presiden bisa lebih dipermudah untuk mengambil keputusan dan masyarakat juga akan jauh terbantu dengan kebijakkan – kebijakkan pemerintah yang memang bijak.

Salam

Posted in Indonesia ku, Uncategorized | Tagged , , , | Leave a comment

Mari berkabung pada Hari Pendidikan Nasional

Bagi saya, hari Pendidikan Nasional ini seharusnya menjadi hari berkabung nasional bagi dunia pendidikan di Indonesia. Mengapa? Karena hari ini saya diingatkan kembali betapa mahalnya ongkos pendidikan di Indonesia. Bahwa pendidikan di Indonesia mengalami kemunduran – kembali kepada jaman penjajahan dulu – hanya orang orang yang berpunya yang bisa menyekolahkan anak – anaknya setinggi mungkin. Dan anak – anak yang mengikuti ujian Nasional menjadi ‘pesakitan’ yang kita ujian harus diawasi seketat – ketatnya karena rawan dengan kebocoran kunci jawaban.

Coba bandingkan ketika saya sekolah dulu. Dimana, buku yang saya pergunakan hasil warisan kakak saya dan kemudian saya wariskan kembali ke adik saya yang usianya terpaut empat tahun dibawah saya.  Kalau sekarang? Keponakkan saya pastinya tidak akan bisa memberikan buku yang dipergunakkannya untuk adik sepupu nya yang berbeda dua tahun di bawahnya. Jadilah setiap tahun orang tua harus mengeluarkan sejumlah kocek tertentu untuk biaya buku. Bagaimana dengan orang tua yang tidak mampu?

Selain itu sewaktu Ujian Nasional, sepertinya orang tua saya tidak pernah stress,  guru – guru saya juga tidak stress, suasananya sama saja seperti ujian sehari – hari. Semua biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Justru yang istimewa bagi saya tentu, seragam yang saya gunakan akan berganti setelah Ujian Nasional : D Kalau sekarang? Ujian Nasional menjadi pemberitaan paling heboh dimana – mana, sehingga seolah – olah anak – anak yang akan mengikuti Ujian Nasional adalah para teroris yang perlu diawasi secara ketat.

Kemudian ketika akan kuliah, seperti saya yang kebetulan saat itu orang tua saya tidak bisa membiayai kuliah saya, ada sekolah gratis yang bahkan saya dibayar untuk kuliah, atau teman – teman saya yang lain akan berusaha belajar untuk mendapatkan bangku di universitas negeri yang biayanya jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh lebih murah dari tempat – tempat lain. Saya ingat sewaktu harus membiayai adik saya yang berkuliah di salah satu universitas negeri, biaya yang saya harus keluarkan hanyalah dua ratus ribuan untuk satu semester. Dan sekarang? Sepertinya jauh lebih murah (red: murah tapi dengan catatan tetap bernilai nominal jutaan :D) untuk kuliah di universitas – universitas swasta.

Bayangkan dengan universitas negeri sekarang, semenjak dilepas oleh pemerintah untuk bisa mandiri menentukan biaya nya sendiri. Sepertinya hampir tidak ada lagi universitas negeri yang biaya nya murah atau bebas biaya. Jadi tidak perduli pintar ataupun tidak pintar, selama tidak punya uang, ya tetap saja sulit untuk kuliah. Kecuali berusaha keras untuk mendapatkan beasiswa dari luar.

Nah, kasus beasiswa dari luar kemudian juga membawa dampak panjang juga, karena setelah mendapat kan beasiswa di luar negeri, sepertinya lebih baik tetap tinggal disana dan bekerja di sana. Saya juga teringat cerita tentang seorang anak yang menang olimpiade matematika internasional, tapi tidak mendapatkan tanggapan apa – apa dari pemerintah Indonesia, sehingga akhirnya, ketika pemerintah Singapura menawarkan beasiswa kepadanya, jadilah si anak ini menetap dan tinggal di Singapura. Kemudian ada juga cerita tentang para ilmuwan Indonesia di luar negeri, yang ketika ingin pulang ke Indonesia, malah tidak mendapat kan apresiasi yang selayaknya mereka dapat, sehingga sulit untuk mereka juga membiayai keluarganya kalau harus tinggal di Indonesia. Sehingga kembali lah mereka menetap dan bekerja di luar negeri.

Akibatnya? Jadilah generasi muda Indonesia yang pintar – pintar dan berbakat ini kemudian mendarma baktikan keahliannya di negara orang, dan meninggal kan Indonesia. Menurut saya, kemudian agak lucu kalau kita mengatakan mereka tidak nasionalis wong, ya salah sendiri dong, siapa suruh menyia – nyiakan mereka? Jangan kemudia mereka dituding tidak nasionalis.

Saya jadi teringat, pernah ngobrol dengan salah seorang yang bekerja di pemerintahan di Jerman tentang, sekolah gratis, yang karena gratis, orang tua yang mempunyai anak usia sekolah tapi tidak sekolah bisa dipenjarakan dan si anak akan diurus oleh negara. Sewaktu saya bercerita, bahwa sekolah itu mahal di Indonesia, dan tidak gratis, orang tersebut mengernyitkan kening dan mengatakan ‘anak – anak itu adalah aset bangsa’. Pada mereka terletak masa depan bangsa. Karena mereka adalah asset sudah seharusnya untuk mereka diberikan yang terbaik, dan pendidikan gratis adalah jalan yang terbaik untuk itu.

Di Indonesia, pendidikan bukan lah proyek ‘seksi’ yang akan dilirik oleh pemerintah, yang dijadikan perhatian utama. Anak – anak bukanlah dipandang sebagai salah satu asset negara terpenting, sehingga salah satu pasal di UUD 45 yang menyatakan : ‘Fakir miskin dan anak – anak terlantar dipelihara oleh negara’,  menjadi terlupakan . Jadilah pengamen – pengamen dan pengemis – pengemis cilik semakin bertambah dari hari ke hari.

Dan kemudian saya menyesali demo – demo yang dilakukan oleh mahasiswa sekarang. Sebagai bagian dari akademisi bangsa, seharusnya mereka, hari ini berdemo, untuk membuka mata hati para wakil rakyat tercinta di gedung DPR untuk membuka mata terhadap masalah pendidikan di Indonesia. Untuk tidak ragu, mengurangi biaya kuliah (kalaulah tidak bisa menggratiskan) di universitas- universitas negeri dan menggratiskan seluruh biaya sekolah pada sekolah – sekolah negeri, memberikan kesempatan – kesempatan seluas – luasnya bagi anak – anak Indonesia yang pintar terutama dari kalangan yang tidak mampu untuk memperoleh beasiswa ke jenjang yang lebih besar, mengganti kurikulum menjadi kurikulum yang tidak berganti – ganti setiap tahunnya sehingga buku – buku pelajaran bisa tetap digunakan untuk dua atau tiga tahun. Dan pengemis – pengemis serta pengamen – pengamen cilik itu seharusnya diurus oleh negara!!!!!!!!!

Sayangnya seperti pemerintah …. mungkin demo untuk masa depan pendidikan nasional di Indonesia, bukanlah termasuk demo ‘yang cukup seksi’  bagi mahasiswa – mahasiwa Indonesia (come on you should care that many of  your friends could not study to the university because it is too expensive for them!!!!!).

Mudah – mudah an tahun depan ketika kita kembali memperingati hari Pendidikan Nasional, situasi pendidikan nasional sudah mulai berubah (aamiin)

 

Posted in Anak, Indonesia ku | Tagged , , , | 4 Comments