Ayo Bangun Mimpi Anak Indonesia – Ayo ikut kelas Inspirasi

DSC06716  Hari Selasa tanggal 9 September ,  untuk ke tiga kalinya saya kembali mengisi kelas inspirasi di SDN Bantar Kemang 1, Bogor.

Iya ke tiga kalinya dalam satu tahun ini setelah sebelumnya Bandung dan Jakarta. Teman teman yang saya ceritakan bahwa saya sudah 3 kali mengisi kelas inspirasi kebanyakkan bertanya, apa sih yang membuat saya begitu “addictnya” melakukan kegiatan ini. Enggak dibayar (malah  biasanya mengeluarkan biaya sendiri), harus ijin dari kantor, kudu pake persiapan. Dan disekolah kemudian harus berjibaku mengajarkan mereka tentang profesi saya dalam bahasa anak anak yang sederhana, yang kudu lucu (biar enggak bosan), serta jangan lupa kudu belajar nyanyian nyanyian dengan gaya yang selucu lucunya untuk mereka hahahahaahhaahaha.

Atau malah kejadian di kelas 2 kemaren, saya di bully dengan sukses hahahaahhaahaha. Begitu saya berikan gambar gambar uang dari negara negara lain…. satu per satu mulai deh maju ke kelas, saling sikut satu sama lain, atau malah tidur tiduran dan ada yang saling memukul hahahhaahhaaa. Foto di atas adalah foto anak anak kelas 2 itu, bersama saya dan gurunya yang luaaaarrrrrr biasa sabar (enggak kebayang setiap hari dari Senin – Sabtu dari pagi sampai siang saya harus menghadapi mereka), yang butuh kira kira hampir 15 menitan untuk mengatur mereka agar bisa bergaya begitu. hahahahahahaha.  Dan anehnya dari seluruh foto, foto ini adalah foto favorit saya. Dan bintang bintang yang mereka kalung kan itu adalah bintang bintang buatan saya, yang saya kerjakan selama 3 hari an  . Duuuhh bangganya saya ketika mereka meletakkan bintang yg saya berikan di kantung yg tadinya untuk nama mereka.

Ok kembali ke alasan mengapa saya senang mengikuti kelas inspirasi. Karena menurut saya itu yang paling murah yang bisa saya berikan kepada anak anak Indonesia. Anak anak yang nanti nya akan memimpin bangsa ini. Anak anak yang kepadanya lah saya menyerahkan kemudi negara saya yang tercinta. Mau dibawa ke mana negara ini nantinya, mereka lah yang nantinya akan menentukannya.

Mengajar anak anak ini bukan hanya kewajiban para guru. Tapi juga kewajiban kita semua. Kalau hanya diperlukan satu hari mengajak anak anak untuk “terbang tinggi” mengejar mimpi mereka dengan segala keterbatasan yang mereka punya, kalau hanya diperlukan satu hari mengajak anak anak itu untuk berani untuk bermimpi tanpa harus takut dengan bayang bayang keluarga mereka yang kurang beruntung, mengapa saya tidak mau melakukannya? Hanya satu hari, dan itu bisa merubah masa depan mereka. Dan anehnya setiap kali saya mengajar di kelas inspirasi ini, saya sendiri jadi semakin terinspirasi untuk tidak menyerah dengan mimpi mimpi saya, untuk berani bermimpi lebih tinggi lagi.

Banyak yang bilang ke saya” apa lo yakin dalam satu hari bisa melakukannya” . Jawaban saya, saya enggak tau masa depan, saya bukan tukang ramal, tapi satu yang saya yakin – kalau niat saya baik, Gusti Allah mboten turu – Tuhan enggak mungkin tidur. Dan mencoba toh lebih baik daripada saya hanya diam diam saja. Kalau mencoba akan ada hasilnya (gagal atau berhasil – tapi tidak mungkin jadi lebih jelek dari sebelum mencoba) , dan tidak mencoba sama sekali tidak akan menghasilkan apa apa.

Tidak diperlukan orang orang yang luar biasa hebat yang bisa menginspirasi mereka, tidak diperlukan orang orang yang luar biasa terkenal. Tapi diperlukan orang orang yang mau meluangkan waktu, perduli dan cinta bangsa ini.

Jadi … yukkkkk ikut kelas inspirasi  (www.kelasinspirasi.org)

Yuk bangun mimpi anak Indonesia

“Menyumbang uang itu Baik, memberikan buku itu Bermanfaat, membangun fasilitas pendidikan itu Mulia, tapi sesungguhnya IURAN TERBESAR dan TERPENTING dalam pendidikan adalah KEHADIRAN” – Anies Baswedan

Salam inspirasi

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | 2 Comments

Stop Mentertawakan Kekurangan Fisik Orang Lain di SosMed!!!

Saya baru saja melihat foto foto yang dikirim oleh salah seorang teman saya di satu group chat WhatsApp, dimana dalam foto itu ada 3 foto perempuan dan dimana nama nama di foto itu  misalanya  : Farah Dilla, Farah Quinn dan terakhir foto lelaki laki yang kurang beruntung dengan gigi maju ke depan dan dinamakan Farah Fisan.  Trus foto ke dua tetap dengan 3 foto yang isinya Nikta Willy – Nikita Murzani dan Nikita Bunuh aja Yuk — dimana untuk foto ini adalah foto seorang wanita denan make up yang tertalu putih – hidung tidak mancung dan bisa dibilang bagi sebagian orang memang kurang menarik untuk dilihat.

Kemudian atas foto tersebut beberapa teman saya yang ada di group tersebut, mengetawai orang orang tersebut. Seolah seolah memang selayaknya mereka mereka ini karena kondisi Fisik nya yang berbeda dengan standard orang rata rata, bisa seenaknya ditertawakan. Tanpa perlu merasa apapun

Setelah melihat itu, saya kebetulan juga membuka Facebook dan entah mengapa status yang saya baca adalah status teman saya yang isinya bagaimana perasaan orang atau orang tua, saudara ketika melihat foto foto dari diri sendiri, anaknya, atau saudaranya yang dijadikan bahan lelucon oleh orang lain di sosial Media. 

Saya terdiam dan terpaku. Karena berapa sering saya membiarkan orang orang sekeliling saya melakukan hal tersebut. Bahkan beberapa kali saya ikut tertawa tanpa merasa bersalah.

Saya mulai merenungkan, mulai memikirkan bagaimana kalau foto yang menjadi bahan tertawaan itu adalah foto saya, atau saudara saya, atau anak saya. Apa yang saya rasakan? Toh kita memang tidak bisa memilih bentuk wajah – fisik seperti apa. Mancung, pesek, hitam, putih, oval, bulat, sipit, belo’, itu semua  anugrah Tuhan yang Maha Esa, yang patut kita syukurin.  Karena kita semua tahu bahwa itu adalah anugerah Tuhan yang Maha Esa, apa hak kita kemudian mentertawakan karya cipta Nya tersebut?  Ini seperti mem bully orang lain.

Dengan ini saya mengajak kita semua untuk tidak lagi menggunakan foto foto berisi kekurangan fisik orang lain sebagai bahan lelucon, jangan lagi turut menyebarkan nya. Biarkanlah foto foto tersebut berhenti di kita tanpa harus kita sebarkan kembali. Karena kekurangan mereka bukan membuat kita berhak untuk mentertawakan mereka. Kekurangan mereka bukan bahan untuk kita untuk menciptakan lelucon lelucon baru. Karena selayaknya kita mensyukuri seluruh karya cipta Tuhan yang Maha Esa dan bukan mentertawakannya. Karena masih banyak hal hal yang bisa kita tertawakan di dunia ini di luar dari kekurangan fisik seseorang.

Kecuali kalau anda tidak keberatan foto anda atau anak anda atau saudara atau orang tua anda juga dijadikan objek bahan lelucon oleh oragn lain.

Salam

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | 1 Comment

Karena kambing sudah capek dikambing hitamkan, dan setan sudah capek disalahkan.

Sebagai seorang manusia, seperti yang lainnya juga, saya sering kali dan merasa senang apabila saya bercerita bagaimana saya menjadi victim / korban atas kesalahan kesalahan yang saya lakukan karena saya tidak akan dipersalahkan dan terkadang malah saya tidak perlu menerima konsekuensi atas apa yang saya lakukan. Malah tidak jarang saya justru mendapat perhatian yang luarbiasa, seolah olah saya adalah orang paling malang sedunia. Dan apa yang paling nyaman, selain berbuat salah tapi tidak perlu bertanggungjawab, malah diberi perhatian dan plus image saya tidak tercoreng?

Saya benar benar berada di ‘zona nyaman’ dimana kalau ada kejadian, maka yang saya cari bukanlah pembelajaran dari kesalahan itu agar tidak terulang lagi, tapi siapa atau apa yang dapat saya jadikan sebagai setan atau kambing hitamnya. Contoh yang paling sering, ketika saya terlambat – yang saya salahkan adalah jalan yang macet – padahal ya kalau dipikir pikir, sejak kapan jalan di Jakarta enggak macet? Trus kenapa saya enggak mencoba berangkat lebih pagian untuk mengatisipasinya? Trus ketika saya berbuat dosa – yang saya salahkan adalah setan, (padahal si setan mungkin lagi adem ayem berbuat baik hahahhahaa).  Yang lebih lucu pernah suatu saat saya melihat di salah satu infotaiment bagaimana ada seorang suami yang mengaku digunai -gunail seorang ariti ketika ketangkap basah berselingkuh oleh istrinya. Padahal logikanya, kok dia bisa tau kalau dia sedang di guna gunai, trus kenapa sadar nya sewaktu ketangkap basah. Hahahaahhahaha.

Anehnya fenomena menyalahkan setan ini kasus yang paling sering dilakukan justru oleh orang orang yang mengaku sangat tinggi pendidikan agama dan keimanan nya. Misalnya kalau terlupa sholat – mengatakan hal ini terjadi karena di goda setan, makan di saat puasa – mengatakan ini terjadi karena di goda setan, Atau tidak sholat atau sembahyang – mengatakan ini karena tergoda setan. Anak yang bandel karena godaaan setan.

Dan kemudian saking nyamannya posisi sebagai victim/korban itu, saya mengulangi nya lagi dan lagi dan lagi. Saya tidak ingin berganti posisi. Sehingga jadi kebiasaan yang melekat di diri saya.

Padahal ya … kalau lah saya mau sedikit saja berubah posisi, tidak lagi sebagai korban, saya bisa mengambil pembelajaran dari apa yang terjadi sehingga saya tidak lagi jatuh di kesalahan yang sama. Tapi ya karena saya senang banget di zona nyaman saya, ya jadilah saya menjadi lebih bodoh dari kedelai – saya jatuh kembali kesalahan yang sama. Dan kalau keseringan jatuh di tempat yang sama – saya mulai deh mengganggap kalau itu memang ‘takdir’ saya (iya saya lebay …. 😀 )

Dan kalau  zona nyaman itu sudah tidak nyaman, karena mungkin orang sudah bosan mendengarkan alasan saya,  atau banyak orang yang marah kepada saya, atau efek akibat kesalahan saya semakin besar dan sudah tidak bisa ditolerir lagi, maka saya mulai deh membuat ‘drama’  baru – saya mulai semakin kurang ajara dengan menyalahkan Tuhan. Saya menganggap Tuhan tidak adil, saya mulai merasa menjadi ‘orang paling sengsara sedunia’ – yang sengsaranya melebihi lagu dangdut ‘orang termiskin didunia’.  Hahahahahahhaaha

Trus saya mulai memikirkan dari sisi kambing hitam dan sisi setannya. Kasian banget mereka berdua, kalau setiap saat  saya salah, saya menjadikan mereka sebagai penyebab kesalahan saya, karena ketidak inginan saya bertanggungjawab. Betapa capeknya mereka. Bayangkan saja kalau setengah saja penduduk bumi melakukan hal yang sama seperti saya satu kali satu hari. Pfuiiiihhhhhhhhhhhh …. udah pada tewas mungkin.

Untungnya mereka enggak bisa membela diri – jadi pasrah deh disalahin orang orang, coba kalau pada bisa ngomong plus pada bisa marah ….. kebayang deh ……. hahaahhahahahhahaa

Dan saya kemudian memutuskan – untuk tidak lagi (setidaknya saya akan mengurangi menggunakan keduanya 😀 ), setiap kali saya melakukan kesalahan – dan bertanggungjawab atas apapun yang saya lakukan. Karena dari situ saya bisa belajar menjadi dewasa dan bijaksana.

So …. yukkkkk mari tidak lagi hidup menjadi sebagai korban  tapi menjadi orang bertanggungjawab, karena seperti judul di atas – kambing sudah capek dihitamkan dan setan sudah cape dipersalahkan.

 

 

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pemimpin di hati rakyat – Surat rakyat untuk Capresnya

Tadi pagi, ketika akan berangkat ke kantor, tiba tiba saya teringat tentang berita yang saya baca kemaren tentang bagaimana seorang capres yang begitu ingin nya menang, sehingga sudah ribut akan menggugat kalau dinyatakan kalah. Begitu inginnya beliau menang dan memimpin negara ini, tapi begitu tidak percaya dirinya beliau karena sudah melakukan persiapan persiapan kalau nanti dinyatakan kalah 😀

Dan ingatan saya kemudian melayang kepada almarhumah Lady Di. Mantan istri Pangeran Charles yang pernah saya anggap hanyalah perempuan yang mengandalkan kecantikkan, tetapi kemudian menjadi salah satu idola saya karena ketika beliau bercerai dengan sang pangeran dan dipaksa untuk melepaskan tahtanya, beliau dengan senyum nya yang menawan, dengan mata yang bersinar dan lemah lembut mengeluarkan pernyataan yang isinya kira kira begini “bagi saya, tidak penting tahta – jabatan sebagai putri di kerajaan, karena saya akan lebih bahagia dan bangga menjadi ratu di hati rakyat Inggris” .

Sejak saat itu, almarhum memang menjadi ratu di hati saya (agak lebay memang , tapi itu yang saya rasakan 😀 ) .  Saya melihat beliau dari sisi yang lain, yang ternyata memang diantara affairnya, kasus bulimia – tapi beliau adalah perempuan terhebat yang mampu merubah image tentang istri seorang pangeran – putra mahkota kerajaan.  Pemimpin sejati yang mampu merebut hati rakyat Inggris dengan karismanya – mempergunakan kekuasaanya untuk melakukan aksi sosial – melindungi anak anak kelaparan di Afrika misalnya.

Trus apa hubungannya dengan capres ?

Menurut saya, ini adalah pemilihan presiden, pemilihan pemimpin negara besar di Indonesia. Apapun hasilnya, semestinya kedua calon pemimpin seharusnya legowo – surrender – iklas menerimanya. Dan bukan malah membuat pernyataan pernyataan yang bernada mengancam apabila hasilnya tidak sesuai dengan keinginannya.

Saat rakyat Indonesia – merasa deg deg an bukan karena hasilnya siapa yang menjadi Presiden tapi lebih karena ketakutan terjadi hal hal yang tidak diinginkan – takut akan terjadinya kekacauan apabila salah satu dari capres tidak terpilih, semestinya –  apabila capres nya merupakan pemimpin yang benar benar pemimpin – mampu untuk mengetuk hati rakyatnya agar tidak melakukan perbuatan anarkis, tidak melakukan hal hal yang akan merugikan bangsa ini, merugikan negara ini.  Mengajak rakyatnya untuk legowo, menerima apapun hasilnya dan mendukung presiden terpilih nanti untuk menjalakankan roda pemerintahan ini.

Menurut saya, yang saat ini dibutuhkan adalah, pemimpin yang mampu menyentuh hati rakyatnya untuk melakukan apa yang direncanakan untuk memajukan bangsa ini. Pemimpin dihati rakyat yang berani untuk membela harkat dan martabat bangsa ini, yang tidak akan membiarkan negara ini menjadi bual bualan negara lain. Pemimpin di hati rakyat yang berani melakukan yang terbaik bagi rakyatnya, walaupun akan dikecam oleh banyak orang. Pemimpin yang tidak memihak pada salah satu golongan tapi memihak pada rakyat banyak. Pemimpin yang tau dimana harus keras, dan dimana harus menggunakan kelembutannya.

Pemimpin yang mengembalikan Indonesia Raya, mengembalikan Pancasila dan burung Garuda (tanpa merubah makna dan warnanya), pemimpin yang mengembalikan makna “Bhineka Tunggal Ika  – berbeda beda tapi tetap satu ”  –  dimana suku, agama, ras dan antar golongan dipersatukan dalam satu ikatan yang kuat yang disebut ” Negara Kesatuan Republik Indonesia”.  Pemimpin yang berani mengakui kesalahannya, pemimpin yang sempurna di dalam ketidak sempurnaannya sebagai manusia.

Karena menurut saya, intan tetaplah intan – yang apabila didalam lumpur pun akan tetap bersinar. Begitu juga dengan pemimpin di hati rakyat – sekalipun tidak terpilih saat ini misalnya, tapi tetap saja sinarnya tidak akan mampu berhenti – tetap akan bersinar – yang suatu saat – cepat atau lambat akan menggerakkan banyak hati untuk memilihnya menjadi Pemimpin negara ini.

Jadi? Catatan saya untuk ke dua capres … apabila yakin menjadi pemimpin di hati rakyat – untuk apa takut tidak terpilih????

Salam

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | 2 Comments