Tentang Anak – (haruskah keadilan Tuhan saya pertanyakan?)

Salah satu puisi Kahlil Gibran – yang menjadi favorit saya adalah puisi yang berjudul “Poem and Song for Children”

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.

  Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

……

……

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.

Sudah berapa waktu ini saya membaca perdebatan tentang anak angkat, anak asuh di milist yang saya ikuti.  Penuh dengan isi ayat ayat dari kitab suci. Yang kemudian saya pikirkan …. Ya ampun,  apakah memang ingin nya Allah penguasa alam semesta, Tuhan yang saya kagumi,  tempat dimana keadilan Nya tidak perlu di ragukan lagi …… sehingga seorang anak yang ditinggal kedua orang tuanya sedari usia dini, atau yang dibuang orang tuanya karena alasan apapun, harus juga dirumitkan dengan masalah masalah nama dibelakang namanya? Harus diributkan juga status nya sebagai anak, hak nya dalam menerima warisan.

Apakah memang ingin Nya, sehingga orang orang yang karena seijin Nya, tidak diberikan kemampuan mempunyai keturunan dari darahnya sendiri, juga dipersulit untuk memberikan cinta yang berlimpah kepada anak anak ini yang kurang beruntung, memberikan kasih sayang nya yang berlimpah agar anak anak ini menjadi seseorang yang dapat berguna bagi sekelilingnya, dan memberikan  rejeki yang dimilikinya  kepada anak anak yang sudah dianggap menjadi anak nya sendiri.

Ah …. saya memang bukan ahli agama, dan sayang Allah – Tuhan saya – saya yakin lebih besar dari pada yang diperkirakan orang orang, keadilan yang dimiliki oleh Beliau ….. lebih dari pada yang dipikirkan oleh orang orang yang menafsirkan ucapan Nya.

Saya kemudian, berpikir, mengapa saya harus terpengaruh? Mengapa saya harus membiarkan orang lain merebut apa yang dirasakan orang  orang yang terdekat dengan saya. Mengapa saya harus takut oleh ancaman masuk neraka, karena hal hal yang saya yakin kebenarannya, mengapa saya harus takut ancaman dituduh tidak tahu agama. Mengapa saya harus mempertaruhkan seorang anak yang merupakan anugrah terindah dalam keluarga besar saya, dan keluarga kecilnya hanya karena mereka mereka yang mentutup mata hatinya, Mereka mereka yang hanya bisa membicarakan tentang larangan dan ancaman  setiap kali berbicara tentang Tuhan dan bukan berbicara tentang cinta dan kasih sayang, tentang maaf dan berbagi, tentang syukur dan anugrah, tentang keadilan dan kearifan Nya.

Itu yang kemudian sering kali membuat manusia melakukan hal hal yang sering sekali menurut saya tidak masuk akal. Menganggap dirinya bukan perempuan yang berguna  dan sempurna ketika tidak mampu mempunyai anak – padahal Allah tidak pernah “memproduksi sesuatu yang tidak berguna dan tidak sempurna.”  , karena dimata beliau, setiap kita adalah gambaran Nya – yang diciptakan sesempurna gambaran Nya dan berguna bagi mahluk hidup sekelilingnya.

Betapa adilnya Beliau – yang ketika mencabut kemampuan seseorang untuk mempunyai keturundan  dari darahnya sendiri, dibukakan mata, hati  dan telinga untuk melihat anak anak yang merindukan orang tua nya.

Betapa adilnya Beliau anak anak ini yang tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan, yang tidak tahu nasibnya, bisa berubah masa depannya, yang merindukan keluarga dapat merasakan kehangatan keluarga yang dirasakan oleh teman teman nya.

Apakah mengangkat seseoran anak adalah perbuatan yang salah? Apakah harus menutup mata terahadap anak anak ini?  Apakah anak anak ini tidak berhak merasakan kehangatan yang sama seperti anak anak lain? Apakah orang orang yang mengangkat anak ini, nantinya akan dihukum karena mencurahkan cinta yang luar biasa mereka punya untuk anak anak yang kurang beruntung. Apakah Tuhan se kejam itu?

Apakah orang tua yang membuang anak nya …… lebih baik dari pada orang yang menggangkat dan mengasuh anak orang lain seperti anak kandungnya sendiri.

Apakah orang orang yang mandul – memang tidak diperbolehkan merasakan hangatnya kehadiran seorang anak?

Apakah anak anak yang kehilangan orang tuanya sedari dini dengan alasan apapun – memang harus dihukum tidak diperbolehkan merasakan rasa cinta dan kehangatan orang tua – tidak diperbolehkan merasakan kasih sayang sebuah keluarga?

Mungkin seperti kata kata Buya Hamka  – “Hidup itu sederhana – yang rumit itu tafsirannya” 

Kita sering sekali memang merumitkan kehidupan, kita sering sekali mengecilkan keadilan Tuhan, ataupun meremehkan kemampuan Nya .

Ah entahlah … saya sendiri tetap saya … yang tetap berpikir Gusti Allah mboten sare – Tuhan tidk pernah tidur …

saya tetaplah saya …. yang berpikir …. saya belum mempunyai keturunan sampai di umur saya yang sebanyak ini, karena Tuhan saya yang luar biasa berkahnya menginginkan saya memberikan nya kepada anak anak di luar sana, yang membutuhkan cinta dan kasih sayang seorang ibu seperti saya.

 

 

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Your Country Needs You – Ketika Pemilu memanggil kita

Suatu pagi, sewaktu saya dengerin radio, salah satu penyiarnya kasih info kalau di bawah lambag negara Inggris – itu ada tulisan “Your Country Needs You” – Negaramu membutuhkanmu. Kata kata yang singkat tapi maknanya dalam banget. Kebayang, kalaulah di bendera kita ada tulisan seperti itu, dan saya baca ketika saya jauuuuuhhhhh di negeri orang dan bertahun tahun tidak pulang, kekangenan saya pasti akan berlipat ganda dan sebisa mungkin pingin pulang. Wong pernah denger lagu apa ya itu judulnya yg liriknya”biarpun saya, pergi jauh, takkan hilang dari kalbu, tanahku yang kucintai, engkau kuhargai”, sewaktu di negeri orang, bisa buat saya sedih banget. Hahhahahahhaa.

Kemarin, waktu saya ikut briefing untuk persiapan kelas inspirasi – menjadi relawan untuk memberikan anak anak inspirasi, mau jadi apa mereka bila sudah besar nanti, saya kembali meraskan jatuh cita  kepada negara saya sewaktu, lagu Indonesia Raya, dinyanyikan semua yang hadir. Rasanya, saya ingin memberikan semua yang bisa saya berikan kepada negara ini. Yup terdengar lebay, tapi itu yang saya raskan saat itu. Dan meman seperti saya, pasti banyak yang mencintai negeri ini, yang akan dengan senang hati dibangkitkan jiwa dan semangatnya kalau ada surat untuk dirinya bertulis “Your Country Needs You – Negara membutuhkanmu, membutuhkan suaramu pada pemilu, membutuhkan pajakmu untuk membangun negara”.( Ah, moga moga Panitia Pemilu dan Dirjen Pajak bisa kreatif menciptakan kata kata)

Sebentar lagi – tepatnya tanggal 9 April 2014, kita masyarakat Indonesia akan kembali melakukan “pemilihan umum”, untuk memilih wakil nya di DPR. Saya sendiri seumur begini, belum pernah memilih – bukan karena enggak mau memilih – tapi karena saya yang penduduk legal, tidak pernah mendapatkan kartu pemilih – bahkan sewaktu saya tinggal di negara antah berantah dan sudah melaporkan diri saya di kedutaan RI, tetap saja saya tidak mendaptkan hak saya untuk memilih.

Saya ingat suatu saat saya pernah beradu argumentasi dengan mantan teman hidup saya, mengenai pemilu – tentang golput. Ada perkataan beliau yang bagus sekali kira kira begini – “ketika kita memutuskan menjadi golput, maka kita termasuk orang yang harusnya bertanggung jawab ketika penguasa terpilih ternyata tidak menjalankan amanatnya. Alasannya? Karena kita, sebelumnya diberikan hak istimewa untuk ikut menentukan masa depan bangsa, tapi karena tidak ada satupun calon yg kita anggap memenuhi kriteria, maka kita tidak mau memilih. Padahal kita bisa saja untuk mencoba memilih yg terbagus diantara yang terjelek, memang suara kita hanya 1, tapi bayangin apabila ada 100 juta pemilih seperti kita?

Jadi jangan kemudian malah marah melihat pemenang pemilu! Wong, kita juga enggak berusaha untuk merubahnya. Dan jangan dengan bangga hati berkata “sorry gue golput”. Karena anda, salah satu penyebab kegagalan pemilu.

Trus bagaimana ketika kita anggap tidak ada yg pantas untuk menjadi pemimpin? Kenapa tidak kita yang maju untuk mencalonkan diri? Saya baca alasan mengapa, Ahok terjun kedalam dunia politik, karena daripada hanya protes dan tidak melakukan apa apa, maka lebih baik berusaha – maju ke dunia politik. Dan lihat, apa yang beliau dan pak Jokowi lakukan? Mengapa tidak melakukan hal yang sama? Kalau tidak berani, jangan juga kemudian paling besar suara protesnya.

Tidak mampu? Ya, setidaknya lakukan sesuatu untuk lingkungan, untuk tetangga, untuk anak anak tidak mampu. Come on, doing something for your country. Lebih baik dari pada hanya menghabiskan waktu dengan protes dan mengeluh.

Your country needs you now – mari kita bersama sama sepakat untuk mengadakan perubahan, mari kita ikut memilih – mari kita melakukan perbedaan dan bukan hanya sekedar protes dan protes, yang tidak akan membuat ke adaan menjadi lebih baik. Mari kita memilih (walau harus memilih yg terbaik diantara yg terburuk ) – untuk Indonesia yang lebih baik.

So jangan lupa ya ikut memilih tgl 9 April nanti – cause your country needs you!!!

Posted in Indonesia ku, masyakat | Tagged , , , , , , , | 5 Comments

Kelas Inspirasi – Dan saya jatuh cinta dengan senyum mereka #KelasInspirasiBandung

I believe the children are our futureRMH 45
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children’s laughter remind us how we used to be 

(The Greatest Love of All) 

H-2, kelas inspirasi, perasaan saya mix antara  deg – deg an, takut, penasaran, khawatir.  Saya  takut, masih ada yang kurang dari persiapan, dan  memang ternyata saya belum mencari apresiasi yang akan saya berikan kepada anak anak murid saya. Jadi lah sepulang kerja, saya menyempatkan diri untuk membeli pita yang sering di lekatkkan di kertas kado, atau di baju untuk panitia acara acara, karena memang kami tidak diperboleh kan untuk memberikan sesuatu yang mahal. Disarankan kalau ingin memberikan apresiasi maka barang yang diberikan adalah kerajinan tangan seperti bintang dari origami atau pita tadi.

Dan kebahagiaan saya kemudian bertambah karena saya akhirnya menemukan buku tentang profesi profesi yang diceritakan dalam bahasa yang mudah di mengerti oleh anak anak 😀

H-1, yup kepanikkan saya semakin bertambah, apalagi kemudian diberitahu kalau jadwal saya mengajar ada di 4 kelas yaitu kelas 3, kelas 4 kelas 2 dan kelas 6 . Padahal pita yang saya beli hanya cukup untuk 2 kelas, dan di toko buku sekitar hotel tempat saya menginap tidak menyediakan pita seperti itu … maka jadilah saya berjibaku  membuat burung burung dari origami, lengkap dengan tali nya 😀  Ternyata memang, origami yang sering saya buat di kantor kalau saya lagi berpikir, ada gunanya juga. Dan yes … sampai jam 1 pagi itu origami baru selesai untuk satu kelas. Deuuuhh …. tapi karena mata, sudah mengantuk, dan saya harus bangun pagi …. kami harus berkumpul jam 7 pagi di SDN Pelita Jasa … jadi lah saya tertidur dengan sukses nya.

H – day :  jam 6.50 saya sampai di SDN Pelita Jasa, dengan diantar oleh supir taksi yang untungnya mengetahui tepat di mana Pasar Jatayu – karena saya memang buta sekali daerah Bandung, walaupun menurut peta dekat sekali dengan hotel dimana saya menginap.  Dan berita bahwa kelas di tunda menjadi jam 8.00 membuat saya senang, karena bisa menyelesaikan PR saya membuat origami origami itu hahahhahahahhaaa.

Jam 8.00 : kelas IV – Hai … halo … anak soleh ….. itu adalah yel yel yang saya ucapkan pertama kali masuk. Wajah wajah ingin tahu terpancar jelas di mata mereka ketika saya menjelaskan siapa saya dan saya meminta mereka menuliskan nama mereka di kertas Tom and Jerry , yg ditempelkan di dada mereka.  Dan mulailah saya menjelaskan tentang pekerjaan saya – okeh  … jadi akuntan itu hampir sama dengan bendahara – mengeluarkan uang dan menerima uang, hampir sama dengan polisi – mengawasi apakah uang nya dipakai dengan benar, dan iya akuntan itu harus sekolah tinggi. Harus bisa matematika 😀

Sekarang pertanyaan cita cita – mulailah saling berebut – ada yang pingin menjadi chef – seperti chef Juna yang ganteng itu , dan sekarang dia sudah bisa masak nasi goreng dan mau banget masak nasi goreng buat saya hahaahhahhahahaa. Dan tentunya diakhiri dengan menyanyikan lagu dangdut apa ya judulnya ? Suaranya … ya luar biasa deh.

Yang paling seru tentunya ketika anak yang bernama Erpan, bertubuh kecil, hitam dan kurus dengan bangganya menyatakan ingin menjadi PRESIDEN RI . Yeaaaayyyy …..  jarang jarang loh ada anak yang seberani ini. Ketika saya tanya alasannya … katanya Erpan, dia ingin mengatur negara hahahahahahahhaa.  Dan tentu saja sebagai calon Presiden, Erpan berani dong nyanyi juga di depan kelas 😀

Kelas 2 SD :  nah ini nih, tantangan terbesar, karena ketika saya masuk, ibu guru nya sedang kewalahan mengatur anak anak yang tidak mau diam. Duuuhhhh ….  saya benar benar panik, tapi ehm … mulailah saya bernyanyi hahahahahhahaha. Balonku  …. dan yup … taktik saya berhasil dan mereka mau duduk . And next … saya menanyakan cita cita mereka … tapi harus nyanyi setelahnya. Maka mulailah …. siapa yang ingin jadi pramugari …. dan majulah seluruh anak anak perempuan berebutan … dan anak laki laki mulai duduk di meja. Deuuuuhhhh….. jadilah saya sambil ikut bernyanyi sambil duduk ditengah tengah mereka.

Kemudian siapa yang mau jadi guru … jadi pilot, jadi dokter … dan jadilah mereka maju ke depan kelas berkali kali hahahhahahaa. Dengan satu tujuan … ingin menyanyi di depan kelas.  Ok .. .. akhirnya saya rubah … taktik kali ini setiap baris  nyanyi bergantian dan saya berikan burung origami ….. tapi kalau ada yang ribut tidak saya berikan.  Dan terselamatkan lah saya … semua duduk manis, menanti nanti burung origami yang saya berikan.

Dan memandang dengan kagum, setiap kali saya berikan kepada mereka, terutama apabila mereka bisa menjawab pertanyaan saya. Sampai akhirnya ketika mereka harus pulang jam 10.00, mereka tidak mau pulang dan meminta saya, mengajar mereka sampai jam 12 nanti hahahahhaha.

And the last : Kelas V – kelas yang sudah lebih tenang dari kelas kelas saya sebelumnya. Di sini ada anak yang bernama Jejen yang jago melukis, juara kelas dan sudah beberapakali mendapatkan penghargaan.  Dan ketika saya tanya apa cita citanya – Jejen, bilang ingin menjadi pelukis karena ingin membawa harum nama bangsa. Duh …. keren banget sih Jejen 😀

Kemudian karena sudah lebih dewasa, tentu saja, mereka lebih mudah diberikan games games berupa pertanyaan seperti – sejarah (ini nih favorit mereka) – siapa pendiri kerajaan mojopahit, kerajaan Islam pertama dimana? Dll (untungnya saya masih ingat banyak tentang pelajaran sejarah dan tentu matematika.   Yang paling lucu ketika mereka tidak tau bahwa sudah ada manusia yang mendarat di bulan.  hahahhahahahaaha.

Atau ketika saya ajak untuk mengetahui tentang negara negara di dunia ini. Kebanyakkan ingin pergi ke Arab/ Mekah karena ingin pergi haji dan kemudian pingin pergi ke Korea dan India …. tentu saja karena film 😀 Tapi untuk film India … mungkin karena mereka menonton film orang tuanya. LOL

Dan yahhhh jam 12.00 tiba …. saya harus mengakhiri kelas saya …. dan karena mereka masih mau bermain games, maka jadilah kelas saya baru selesai jam 12.30, ditunggu oleh kelas III, IV, dan VI yang sedang menempelkan cita citanya di stylofoarm yang ada.

Dan akhirnya saya pun harus mengakhiri Kelas inspirasi, dan sungguh terasa berat ketika harus mengucapkan “selamat tinggal”.  Tawa, celetukkan, jawaban dan pertanyaan yang lugu dari  mereka semua benar benar telah membuat saya jatuh cinta.  Mata mata yang berbinar setiap kali saya berikan pujian, atau setiap kali saya ikut bernyanyi, telah mencuri hati saya. Dan anehnya saya tidak merasa kan letih sama sekali, padahal suda lebih dari dua hari saya kurang tidur.

Anak anak ini hampir semuanya berasal dari keluarga yang ekonomi nya rendah. Pekerjaan orang tua nya kebanyakkan tukang loak atau buruh dan banyak dari mereka mempunyai keluarga yang broken home.  Tapi mereka tetap bersemangat untuk tetap belajar dan bahkan sudah punya cita cita ingin menjadi apa mereka nantinya.  Mereka semua sopan kepada orang yang lebih tua, tidak ada joke joke – bahkan  ketakutan saya akan menjadi bahan ledekkan karena kecadelan saya, ternyata tidak terbukti sama sekali. Mata mereka yang berbinar binar ketika saya bertanya, atau ketika saya duduk disebelah mereka, atau ketika saya tersenyum, memberikan warna tersendiri di hati saya.

Banyak dari mereka yang bahkan tidak pernah pergi berjalan jalan ke luar dari Bandung, atau betapa sedih dan terharunya saya ketika mereka begitu kagum terhadap pita dan origami yang saya berikan kepada mereka, padahal keponakkan keponakkan saya sudah mengetahui barang barang yang seperti itu sejak mereka umur 4 – 5 tahun.

Saya kemudian mengerti mengapa guru guru mereka takut mereka tidak menyelesaikan sekolah mereka setinggi tingginya. Perasaan yang sama juga saya rasakan sekarang ini. Saya juga ingin mereka mampu meraih cita citanya, saya ingin pengalaman yang saya berikan kepada mereka, membuat mereka yakin mereka bisa juga meraih lebih dari pada yang bisa saya raih. Saya ingin, ketika mereka suatu saat dihadapkan pada pilihan harus berhenti bersekolah – ada orang orang yang terketuk hatinya, yang ingin membantu mereka mewujudkan cita citanya, atau kalau tidak, mudah mudahan saat itu, saya di karunia rejeki yang luar biasa yang bisa membantu mereka  (Aamiin)

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Tentang Dedikasi Guru Honorer – #KelasInspirasiBandung

Saya termasuk salah satu orang yang beruntung, yang terpilih ikut dalam kegiatan kelas Inspirasi nya Indonesia mengajar di Bandung bulan Februari ini. Menurut saya, justru saya banyak mendapatkan inspirasi selama kegiatan ini berlangsung dan bukan sebaliknya. Saking banyaknya yang ingin saya tuliskan, jadilah saya membagi tulisan ini atas beberapa tulisan dengan hashtag #KelasInspirasiBandung

SDN Pelita Jasa Bandung terletak di Jalan Komud Supadyo (Pasar besi Jatayu)  Gg Hanura, Bandung. mempunyai 6(enam) kelas dari kelas 1 SD – 6 SD. Gedung sekolah nya dipergunakan oleh 2 sekolah, sehingga secara bergantian SDN Pelita Jasa dan satu SD yang lain (sayang saya lupa namanya), mempergunakan gedung ini. Misalnya minggu I dan III : SDN Pelita Jasa – menggunakan nya pagi hari, sedang minggu II dan IV : SDN Pelita Jasa – menggunakan gedungnya pada siang hari (mulai jam 13.00 WIB).

Kantor guru hanya satu dan dipergunakan beramai ramai oleh kepala sekolah dan guru guru di sana, bahkan oleh kami – para inspirator, fotografer dan videografer untuk meletakkan tas dan juga tempat diskusi kecil sebelum mulai mengajar.  Kamar mandi (toilet) hanya satu di lantai dua, bersih, karena memang baru direnovasi.

Sekarang tentang guru :

Pagi pagi sekitar jam 7 kurang beberapa menit, ketika saya sampai di sekolah, sudah hadir ibu guru dan guru guru yang dengan manis nya menggenakan kebaya dan sarung. Melihat itu saya sedikit agak ke GR – an, mengira kalau mereka mempergunakan baju tersebut karena kehadiran kami  hahahahhahhahahhaa. Untung saya masih ingat untuk menayakan mengapa mereka menggunakan kebaya, begitu juga dengan anak anak sekolah pada hari itu – yang perempuan menggenakan kebaya putih dan sarung batik, yang pria menggunakan baju laki laki sunda (kalau enggak tau … mungkin ingat film Kabayan, nah pakaian itu yang dipakai lengkap dengan ikat kepalanya).  Kata bu Noneng, hal ini merupakan keputusan dari Pemda, untuk meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air.

Guru yang berstatus PNS hanya satu orang yaitu ibu kepala Sekolah (ibu Noneng), sedangkan seluruh guru lain masih berstatus guru honorer . Ketika menjelaskan status kepegawaian stafnya, ibu Noneng menambahkan, beliau ingin sekali staf nya ini semuanya di angkat jadi PNS, karena menurut beliau, guru guru tersebut walaupun honorer dan tidak tahu kapan akan diangkat menjadi PNS, tapi dedikasi mereka kepada sekolah Pelita Jasa sangat tinggi.  Ini bisa dibuktikan bahwa walaupun beberapa dari mereka tinggalnya jauh dari sekolah, tapi tetap hadir tepat waktu dan tidak pernah terlambat. Seperti yang terlihat pada pagi ini.

Saya sendiri cukup terkesan melihat bagaimana mereka bersemangatnya mereka pagi itu, dan bagaimana kedekatan  mereka dengan murid muridnya. Tidak terlihat murid murid disana ketakutan, bahkan banyak dari mereka yang dengan percaya diri mengeluarkan celetukan celetukan ringan – sewaktu Haried Prakarsa (salah satu inspirator  yang berprofesi sebagai Penyiar di Radio 99.9 FM Bandung – yang kami daulat untuk menjadi MC pembuka dan Penutup 🙂 yah enggak heran kan pembukaan kelas inspirasi  di sini  begitu “cetar membahana ”  sehingga banyak  warga sekitar SDN Pelita Jasa datang menyaksikan kehadiran kami semua  – yang juga kemudian ikut menjadi  “cetar membahana dan keren sekeren nya” hahahahhahaha  ) melakukan keisengan terhadap murid murid ini.

Menurut pandangan saya, kalau lah tidak ada kedekatan dan dorongan untuk percaya diri dari guru gurunya, atau kalau lah guru – guru ini galak tentulah – murid muridnya tidak berani melakukan apa apa. Hanya diam dan berdiri manis.  Hal ini juga terasa sekali sewaktu saya mengajar di kelas – bagaimana mereka berani menyatakan apa yang mereka pikirkan.  Dan iseng iseng kemudian saya sempat bertanya secara terpisah kepada masing masing guru  tentang  apa yang paling mereka harapkan saat ini (walaupun dalam hati saya mengatakan, guru guru ini pastilah mengatakan mereka ingin secepatnya diangkat jadi PNS).

Dan ternyata … asumsi saya salah!!!!  Jawaban mereka hampir sama semua – yaitu intinya mereka mengharapkan agar anak anak didik mereka – dapat tetap melanjutkan sekolah nya  setinggi setingginya. Karena kebanyakkan dari mereka mereka ini karena perekonomian keluarga yang rendah (rata rata bekerja sebagai buruh) dan juga berasal dari keluarga yang “broken home” maka seringkali ketika sudah tamat SD mereka akan serius mencari uang ataupun menjadi tulang punggung keluarga – terutama apabila ayah mereka pindah rumah karena  bercerai dengan ibunya.

Karena itu kemudian timbullah rasa ingin tahu yang luaaarrrrrrrr biasaa dari saya, tentang honor guru guru ini, karena ya seperti diketahui umum,  gaji honorer pns itu sangat kecil sekali bahkan di bawah UMR.  Untungnya sebelum saya terlihat begitu”kepo” (red: ingin tahu), salah satu teman inspirator memberitahukan bahwa guru guru ini berhonor Rp 450.000/bulan dan apabila sudah mempunyai sertifikat mengajar maka berhonor Rp 1.500.000/bulan, yang dibayarkan 3 (bulan) sekali (NB: maafkan kalau data ini salah, karena memang langsung saya ambil dari guru guru yang bersangkutan ), tanpa perlu konfirmasi karena saya menganggap tidak ada salah pengertian terhadap pertanyaan saya. Sekali lagi mohon maaf kalau salah).

Guubbraakkkkk …. Rp 450.000/bulan ???? atau Rp 1.500.000/ bulan???  Bahkan buruh buruh di Jakarta saja, yang bergaji sekitar dua juta rupiah sudah berdemo meminta kenaikkan upah menjadi Rp 3 .000.000/ bullan !!!!!!

Dedikasi guru – guru ini  terhadap profesi nya  terhadap negara – yang saya pikir membuat mereka tetap bersemangat mengajar, tetap menempatkan anak anak didiknya sebagai prioritas utama nya.  Tanggung jawab mereka terhadap bangsa ini – dalam hal mendidik generasi penerus bangsa – jadi cambuk sehingga mereka tetap mau terus memberikan yang terbaik untuk murid muridnya.

Ditengah tengah berita betapa boboroknya pemimpin negara ini, ditengah berita tentang kasus suap, korupsi dan lain lain yang seringkali mematahkan harapan untuk Indonesia yang lebih baik – dedikasi guru guru honorer ini membawa angin segar yang mengobarkan semangat saya kembali, sekaligus membuat saya tersadar – betapa tidak bersyukurnya saya sebagai manusia, dan betapa memalukan nya saya karena seringkali merasa saya terlalu dibebani dengan masalah masalah orang lain, atau seringkali merasa cemburu melihat orang orang yang saya anggap lebih dari diri saya.  Bayangkan dengan guru guru honorer ini. Bahkan ketika diberikan kesempatan untuk mengeluh – mereka tidak menggunakkannya – mereka  malah mengharapkan sesuatu untuk orang lain dan bukan untuk diri sendiri. Hari ini apa yang mereka lakukan benar benar menginspirasi saya, yang “lebih beruntung” setidaknya dari sisi gaji, untuk juga mau melakukan sesuatu demi negara ini, setidaknya dimulai dari lingkungan saya. 

Dan julukkan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” memang selayaknya saya sematkan di dada mereka. Karena saya tau – tidak ada nilai yang cukup yang bisa dijadikan sebagai alat pembayaran dedikasi dan loyalitas mereka kepada negara ini. Tanpa keluhan, tanpa amarah dengan ikhlas dan sabar.

Saya teringat lagu indah – yang pada saat saya mengajar di kelas 2, menjadi lagu yang dinyanyikan oleh sekitar 70% murid murid yang maju ke depan kelas :

“Guruku tersayang, guru tercinta, tanpamu apa jadinya aku ….

tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal, guruku terima kasihku

Nyatanya diriku kadang  buatmu marah 

Namun semua maaf kau berikan.

Guruku tersayang, guru tercinta, tanpamu apa jadinya aku ….. “

Untuk guru guru SDN Pelita Jasa  (dan juga seluruh guru guru terutama yang guru guru honorer) – terimakasih setinggi tingginya dari lubuk hati saya yang terdalam atas dedikasi anda kepada negara. Hari ini sebenarnya saya yang belajar di kelas inspirasi anda

Salam

 

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment